Jumat
17 April 2026 | 2 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Perusahaan yang Amdalnya Tidak Baik dan Cemari Lingkungan, Maidi: Cabut Izinnya

pdip-jatim-walikota-madiun-290721-maidi

MADIUN – Pemerintah Kota Madiun yang dinakhodai duet pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota dari PDI Perjuangan terus berkomitmen untuk melakukan pembangunan berkelanjutan yang berbasis lingkungan.

Karenanya, semua pembangunan di Kota Pendekar harus benar-benar memperhatikan kelestarian lingkungan.

Ini juga diimbangi dengan getolnya sosialisasi kepada masyarakat terkait bagaimana menjaga alam sekitar. Tak main-main, berbagai upaya dilakukan demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Terbaru, kemarin Pemkot Madiun menggelar sosialisasi pengelolaan pencemaran lingkungan berbasis partisipasi.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan bahwa pemerintah hadir untuk menjaga lingkungan, oleh karena itu baik pelaku usaha ataupun masyarakat wajib hukumnya dalam menjaga lingkungan.

“Perusahaan yang amdalnya tidak baik, mencemari lingkungan, izinnya dicabut. Masyarakat juga jangan sembarangan membuang sampah rumah tangga. Harus sama-sama merawat,” tegas Maidi di Kota Madiun, kepada media ini, Sabtu (9/10/2021).

Menurut Wali Kota dari PDI Perjuangan ini, masalah lingkungan hidup di Kota Pendekar sudah cukup baik.

Terbukti beberapa waktu lalu, Kota Madiun mendapat penghargaan Nirwasita Tantra, dimana penghargaan tersebut ditujukan kepada pemimpin yang berkomitmen melakukan pembangunan berkelanjutan untuk kotanya.

“Lingkungan di kota ini harus baik. Jangan sampai pembangunan yang ada justru menurunkan angka harapan hidup yang sudah baik,” ujarnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya menambahkan bahwa menjaga kelestarian alam adalah tugas bersama, baik pemerintah maupun masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, proyek-proyek strategis Pemkot Madiun juga memiliki fungsi ganda. Salah satunya, pembangunan trotoar di sejumlah ruas jalan.

Tidak hanya meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, pembangunan trotoar ini juga disertai pemasangan box culvert di bawahnya yang bertujuan sebagai area resapan air.

‘’Sehingga ketika hujan tiba, jalanan di Kota Madiun tidak tergenang. Air langsung masuk melalui celah-celah dan ditampung di dalam box culvert,’’ jelas politisi PDI Perjuangan ini. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Said Abdullah: Pers Harus Jadi Pilar Keempat Demokrasi dan Kontrol Kekuasaan

Saat menerima penghargaan PWI Jatim di HPN 2026, Said Abdullah menegaskan pers harus menjadi pilar keempat ...
HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...