Selasa
11 Agustus 2026 | 8 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Peringati Tragedi Kudatuli, DPD PDI Perjuangan Jatim Kirim Doa untuk Para Pejuang

PDIP-Jatim-Sri-Untari-27072022

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur melalui Bamusi Jatim menggelar peringatan peristiwa 27 Juli 1996 (Kudatuli) di aula Megawati Soekarnoputri, Selasa (26/7/2022). Peristiwa bersejarah tersebut, dikenang melalui tahlil dan doa bersama untuk para korban dan pejuang yang telah gugur.

“Hari ini Bamusi Jatim mendapat tugas dari DPD untuk melaksanakan acara kirim doa tahlil dan tumpengan, sekali lagi terima kasih,” ujar Ketua Pengurus Daerah Baitul Muslimin Indonesia (PD Bamusi) Jatim, Marhaen Djumadi.

Marhaen menjelaskan, momentum ini merupakan pengingat untuk saling menguatkan solidaritas dan kekuatan agar tak terpecah belah.

“Ini momentum untuk bekerja sama semua komponen,” ujarnya saat memberi sambutan.

Selain tahlil, kegiatan juga diisi dengan diskusi bersama salah satu pejuang Kudatuli asal Nganjuk, Susilo Muslim. Pria yang saat ini genap berusia 97 tahun tersebut, merupakan saksi hidup yang merasakan betapa peliknya perjuangan kala itu.

Susilo yang saat itu diberi mandat untuk mempertahankan kantor DPP Partai, mati-matian menjaga tempat tersebut hingga rela dipukuli, masuk penjara hingga disiksa oleh oknum aparat negara.

“Saya seminggu disekap di ruang bawah tanah, baru setelah itu dikeluarkan bertemu kawan-kawan. Dipukuli itu jadi hal yang biasa,” ujarnya.

Di peringatan Kudatuli ini, ia berharap nilai-nilai perjuangan tersebut tetap menjadi pedoman untuk masa depan.

“Pak Tjipto gembleng saya soal PDI itu mati-matian. Nilai yang harus diperjuangkan adalah kesatuan dan persatuan Tut Wuri Handayani jangan Tut Wuri nggerogoti,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Sri Untari Bisowarno. Ia mengaku, peringatan Kudatuli tahun ini punya makna tersendiri untuknya.

“PDI perjuangan bisa besar karena air mata, darah, batu, cetok, pacul, harta, dan nyawa. Itu yang membuat PDI perjuangan ini ada,” ungkapnya.

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa tersebut, terutama untuk para kader. Yakni, jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah), perkuat keseimbangan demokrasi dengan Pancasila sebagai pondasi, dan harus memiliki totalitas, kesetiaan serta loyalitas pada Partai.

“Itu teman-teman generasi muda tidak boleh hanya melihat kursi, pelajari sejarahnya agar tahu apa saja momen, peristiwa penting yang menjadikan PDI Perjuangan kuat. Yang kedua konsolidasi yang tidak pernah berhenti, dan terakhir selalu menangis dan tertawa bersama rakyat,” ungkap anggota Komisi E DPRD Jatim.

Di samping itu, ke depan ia berharap para pejuang maupun korban peristiwa berdarah tersebut bisa lebih mendapat perhatian dan apresiasi dari Partai.

“Kita tidak ingin kejadian yang lalu terjadi lagi. Yang kita inginkan bersama membangun Indonesia dengan demokratis dan memiliki harmonisasi antara partai politik dan pemerintah,” pungkasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...