Kamis
02 Juli 2026 | 5 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Penilaian Kota Sehat Nasional 2025, Tim Verifikasi dari Kemensos Kunjungi Surabaya

pdip jatim 250925 tim verifikasi kemensos

SURABAYA – Tim Verifikator Kabupaten Kota Sehat (KKS) Tingkat Pusat mengunjungi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam rangka melakukan validasi lapangan penilaian Kota Sehat Tingkat Nasional 2025.

Adapun indikator penilaian mencakup berbagai tatanan. Antara lain perlindungan sosial, kesehatan mandiri, kebudayaan, pasar, sekolah, hingga perkantoran.

Selama kunjungan, tim verifikator akan meninjau lokasi-lokasi untuk memvalidasi data yang disampaikan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan berbagai program yang telah dilakukan untuk mewujudkan kota sehat. Di antaranya adalah mewajibkan kepemilikan jamban dan pengelolaan sampah.

Nantinya Pemkot akan berupaya agar 700 RW di Kota Surabaya mampu memilah sampahnya dari rumahnya masing-masing terlebih dahulu sebelum dibuang. Selain itu Kota Surabaya telah mencapai cakupan 100 persen untuk kepemilikan jamban.

“Sampah tidak boleh lagi langsung dibuang ke TPA. Setelah dipilah, harus diolah di komposter atau TPS 3R yang ada di 12 lokasi sebelum akhirnya dibawa ke TPA Benowo,” papar Eri Cahyadi, di ruang sidang wali kota, Kamis (25/9/2025)

Dia menegaskan komitmennya dalam mewujudkan kota sehat bagi seluruh warga Kota Pahlawan.

“Untuk itu, kami akan terus bergerak bersama untuk mewujudkan kota yang sehat di Kota Pahlawan ini,” ujarnya.

Berbagai progam juga digencarkan Pemkot Surabaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Harapannya mampu menekan pengeluaran kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit.

“Jika semakin banyak warga yang sakit, artinya kita gagal dalam tindakan preventif. Kami ingin biaya-biaya itu bisa dialokasikan untuk hal lain yang lebih produktif, seperti menekan angka kematian ibu dan anak,” ungkapnya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Kementerian Sosial yang juga merupakan anggota Tim Verifikator KKS Pusat, Ahmad Sobirin menjelaskan bahwa penilaian kota sehat mencakup sembilan tatanan.

Konsep “sehat” tidak hanya terbatas pada masalah medis, tetapi juga menyangkut perubahan perilaku masyarakat dari tingkat pribadi, keluarga, hingga lingkungan.

“Kami akan melihat apakah dokumen dan program yang disampaikan Pemkot Surabaya betul-betul dilaksanakan di lapangan atau hanya sekadar teori,” ujar Sobirin. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Insentif Guru Non ASN di Lumajang Diproses

LUMAJANG – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Supratman menegaskan bahwa dana insentif bagi guru non-ASN di ...
KRONIK

Festival Jaranan Se-Indonesia Digelar di Trenggalek, Doding: Momentum Lestarikan Budaya dan Dongkrak Wisata

Trenggalek akan menggelar Festival Jaranan se-Indonesia pada Agustus 2026. Ketua DPRD Doding Rahmadi menyebut ...
LEGISLATIF

Jamin Kelancaran Ibadah Jemaat Kristiani, Parkir dan PKL CFD Alun-alun Sidoarjo di Sekitar Gereja Bakal Ditata Ulang

SIDOARJO – Area parkir dan PKL yang meluber di sekitar gereja pada acara car free day (CFD) di alun-alun Sidoarjo ...
KRONIK

Juru Bicara DPP PDI Perjuangan: Diskusi Warkop Bukti Bung Karno Bukan Bagian Kaum Elit

SURABAYA – Juru Bicara DPP PDI Perjuangan, Aryo Seno Bagaskoro, mengapresiasi langkah Taruna Merah Putih (TMP) ...
KRONIK

Ony Setiawan: Marhaenisme Tetap Relevan Hadapi Ketergantungan Ekonomi di Era Neoliberalisme

Anggota DPRD Jatim Ony Setiawan menilai Marhaenisme dan nilai Pancasila tetap relevan menghadapi tantangan ...
KRONIK

Pastikan Perlindungan Pekerja Rentan, Bupati Bangkalan Perluas Cakupan BPJS Ketenagakerjaan

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menaruh perhatian serius terhadap keselamatan kerja masyarakat, ...