Senin
17 Agustus 2026 | 3 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua DPRD Kota Malang Minta Pemkot Hitung Matang Rencana Mobil Dinas Listrik, Jangan Bebani APBD

pdip jatim 260310 Amithya

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani meminta Pemkot Malang mengkaji matang rencana mobil dinas listrik agar tidak membebani APBD dan benar-benar menghasilkan efisiensi anggaran.

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita meminta Pemkot Malang tidak terburu-buru menerapkan kebijakan penggunaan mobil dinas listrik. Menurutnya, rencana tersebut harus didasarkan pada kajian finansial yang matang agar tidak membebani APBD maupun mengganggu prioritas anggaran daerah.

Amithya menegaskan DPRD mendukung berbagai upaya efisiensi anggaran, termasuk pemanfaatan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional pemerintah. Namun, dukungan tersebut hanya dapat diberikan apabila terdapat bukti bahwa kebijakan tersebut benar-benar menghasilkan penghematan yang signifikan.

“Kalau secara kajian artinya betul-betul signifikan efisiensinya, ya sah-sah saja untuk dilaksanakan. Tetapi, pastinya itu perlu perhitungan yang sangat matang,” kata Amithya, dikutip Rabu (1/7/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu menilai kebijakan pengadaan mobil dinas listrik tidak boleh diambil hanya karena mengikuti tren atau semata mengejar predikat ramah lingkungan. Menurutnya, seluruh konsekuensi fiskal harus dihitung secara komprehensif.

Ia mengingatkan penggantian kendaraan operasional pemerintah membutuhkan anggaran besar karena jumlah kendaraan dinas yang harus diganti tidak sedikit. Selain harga kendaraan listrik, pemerintah juga harus memperhitungkan investasi pembangunan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian kendaraan listrik.

“Jangan sampai ambisi mengejar predikat ramah lingkungan justru menguras pos anggaran penting lainnya. Kita harus melihat apakah APBD mampu meng-cover kebutuhan itu semua,” ujarnya.

Amithya juga meminta Pemkot Malang melihat kemampuan riil APBD sebelum memutuskan kebijakan tersebut. Menurutnya, efisiensi anggaran tidak boleh berhenti pada opsi konversi kendaraan listrik apabila manfaat penghematannya belum cukup besar.

Ia menilai pemerintah masih memiliki berbagai alternatif untuk meningkatkan efisiensi belanja daerah tanpa harus memaksakan pengadaan kendaraan listrik.

“Mungkin itu salah satu pilihan saja dari berbagai macam pilihan. Kalau efisiensinya tidak terlalu besar, harusnya dicari sumber efisiensi yang lain,” pungkasnya. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Malam Tiba di Flores, Risma dan Ganjar Langsung Temui Pengungsi Gempa

MANGGARAI BARAT – Jajaran DPP PDI Perjuangan tidak menunggu pagi untuk menemui warga terdampak gempa di Flores, ...
KRONIK

Peringati Kemerdekaan RI, ASN Banyuwangi Bagikan Ribuan Bendera Gratis untuk Warga

BANYUWANGI – Beragam cara dilakukan warga Banyuwangi untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI. Salah satunya, para ...
KABAR CABANG

Energi Baru Pemilu 2029: Gen Z dan Perempuan Dominasi Pengurus Ranting PDIP Mojokerto

MOJOKERTO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto merampungkan seluruh tahapan konsolidasi dan pembentukan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong UMKM Trenggalek Kantongi SNI, Jadi “Jaket Pengaman” Produk

TRENGGALEK – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil VII Jawa Timur, Novita Hardini, mendorong pelaku UMKM di ...
LEGISLATIF

Anggota DPRD Jatim Ony Setiawan Dorong Penguatan UMKM dan Koperasi di Tuban

TUBAN – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Ony Setiawan, menginisiasi program ...
KRONIK

Amithya Ingatkan Generasi Muda Tak Kehilangan Jati Diri di Era Digital

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan jati ...