Jumat
02 Oktober 2026 | 9 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fokus Turunkan Kemiskinan, Raperda Perubahan APBD Kabupaten Banyuwangi 2026 Disahkan

PDIP-Jatim-Ipuk-Fiestiandani-02102026

BANYUWANGI – Setelah melewati sejumlah pembahasan, Raperda Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2026 disahkan dalam rapat Paripurna DPRD Banyuwangi, Rabu (30/9/2026).

Paripurna dipimpin Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, didampingi Wakil Ketua Michael Edy Hariyanto, Wakil Ketua Siti Mafrochatin Ni’mah, dan Wakil Ketua Mujiono. Selain itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, beserta jajaran eksekutif dan legislatif juga hadir di ruang rapat.

Bupati Ipuk, dalam sambutannya, menyampaikan terma kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada dewan atas segala jerih payahnya dalam merancang dan mengarahkan seluruh rangkaian kegiatan persidangan.

“Sehingga pembahasan Raperda tentang P-APBD 2026 dapat dilakukan percepatan,” ujar Ipuk.

Ipuk juga berterima kasih serta kepada pimpinan dan anggota dewan atas pembahasan substantif yang dilaksanakan.

“Sehingga Raperda P-APBD ini dapat merepresentasikan aspirasi rakyat Banyuwangi dan pada akhirnya mendapat persetujuan sebagaimana yang telah kita saksikan,” kata dia.

Menurut Ipuk, tantangan ke depan tidaklah mudah. Pilihan kebijakan akan semakin sulit sehingga dibutuhkan keberanian, dibutuhkan kepercayaan, untuk mengambil keputusan yang sulit dan keputusan yang pro rakyat.

“Dan perubahan APBD tahun 2026 merupakan instrumen antisipatif, untuk merespons ketidakpastian, dengan tetap mencerminkan optimisme dan kehati-hatian,” tutur Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim itu.

Sementara itu, Ketua Banggar DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, dalam laporannya, mengatakan bahwa tema pembangunan Kabupaten Banyuwangi yang disepakati yakni ‘Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Tinggi yang Inklusif untuk Menurunkan Kemiskinan’.

“Di tengah keterbatasan fiskal, DPRD sependapat dengan pemkab yang berkomitmen membangun kemandirian fiskal melalui peningkatan kapasitas pendapatan daerah, mengoptimalkan aset dan investasi daerah, serta memastikan setiap belanja dan pembiayaan memberikan manfaat yang terukur,” ujar Michael.

Karena itu, komposisi P-APBD 2026 disepakati dengan rincian pendapatan daerah diproyeksi sebesar Rp2,905 triliun.

Pendapatan daerah tersebut terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp852,7 miliar, pendapatan transfer Rp1,999 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp50,1 miliar.

Belanja daerah diproyeksi mengalami kenaikan sebesar Rp3,151 triliun, sedangkan pembiayaan daerah diproyeksi sebesar Rp249,4 miliar. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Hari Batik Nasional, Indi Naidha Ajak Anak Muda Kenakan Batik dengan Gaya Kekinian

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, mengajak generasi muda menjadikan batik bagian dari gaya ...
KRONIK

Fokus Turunkan Kemiskinan, Raperda Perubahan APBD Kabupaten Banyuwangi 2026 Disahkan

BANYUWANGI – Setelah melewati sejumlah pembahasan, Raperda Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ...
LEGISLATIF

Komisi III DPRD Kabupaten Malang Segera Sidak Irigasi Sumberawan 1, Tunggu Berkas Lengkap

MALANG – Komisi III DPRD Kabupaten Malang akan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi Saluran ...
LEGISLATIF

46 Perusahaan di Kabupaten Malang Lakukan PHK, Dewanti Minta Pengawasan Diperketat

MALANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpoko meminta pengawasan ketenagakerjaan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Standar Kamar Mandi SD-SMP Negeri Surabaya Ditingkatkan Signifikan

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta standar fasilitas kamar mandi di seluruh SD Negeri dan SMP Negeri ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Serap Keluhan Kades Blitar, Soroti Dampak Pemotongan Dana Desa 70 Persen

BLITAR – Persoalan fiskal menjadi salah satu keluhan utama yang disampaikan para kepala desa kepada Anggota Komisi ...