Rabu
22 Juli 2026 | 8 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pengamat Adi Prayitno Yakin PDI Perjuangan Tetap Bertahan sebagai Partai Besar di 2029

pdip-jatim-250112-adi-prayitno

SURABAYA – Pengamat Politik dati UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno meyakini PDI Perjuangan masih menjadi partai besar yang harus diperhitungkan di 2029.

Hal tersebut dia sampaikan saat menjadi pembicara pada Seminar HUT PDI Perjuangan: Refleksi 52 Tahun PadI Perjuangan “Perjalanan Panjang Serta Berliku Merawat dan Mengawal Demokrasi” di Grand Mercure Surabaya, Sabtu (11/1/2025).

“Basis PDI untuk pemilihan legislatif antara 14-16 persen, perolehan tetap di situ walaupun sempat babak belur. Ini hebat di tengah perang terbuka PDI melawan Jokowi. Ini menjelaskan kerja politik solid dan signifikan,” ungkapnya.

Sayangnya, kata Adi, hal tersebut dinilai belum maksimal jika PDI Perjuangan masih mepertahankan citra partai yang keras dan cenderung menyerang.

Adi menjelaskan, di pandangan publik, citra PDI Perjuangan terbagi dua.

Ada tokoh yang menampilkan citra keras dan menyerang. Namun ada pula yang menunjukkan citra bersahabat yang berhasil menampilkan pemilu sekadar kompetisi tanpa memengaruhi hubungan ke depan.

Menurutnya, citra inilah yang perlu evaluasi. Mengingat jumlah pemilih berusia 17-40 tahun berkisar 56 persen dan mendominasi Pemilu mendatang, maka perlu pendekatan berbeda.

“Per hari ini publik melihat PDI Perjuangan wajahnya terbelah dua. Kalau melihat Hasto dan kawan kawannya adalah wajah yang cukup marah, menyerang habis-habisan dan membabi buta. Ini jadi pertaruhan politik yang tidak mudah,” sebut Adi.

“Selama ini ada dugaan kalau galak dan agresif suaranya akan naik itu gak terkonfirmasi juga,” lanjutnya.

Pandangan politik pun telah berubah. Generasi muda tak lagi menyukai komunikasi politik yang agresif. Mereka lebih menyukai narasi edukatif yang menyenangkan.

“Membangun citra politik adalah syarat penting bagi partai karena pertarungan antara wajah PDI Perjuangan yang lunak dan keras itu perlu dipikirkan,” tambah dia.

Untuk itu tantangannya adalah mengkolaborasikan pandangan ideologis khas PDI Perjuangan dengan pembawaan yang lebih fleksibel.

“Untuk pemilih muda yang mereka tahu adalah politik penuh kesantaian tanpa huru hara. Harus mengawinkan ideologi itu dengan basis massa yang lebih fleksibel,” tuturnya.

Selain itu, peluang lainnya juga ada di ceruk pemilih kritis. Namun hal itu juga perlu sangat cermat dan penuh pertimbangan.

“Ceruk pemilih kritis dan orang yang kecewa pada pemerintah saat ini masih bisa menjadi peluang PDI Perjuangan,” ujar Adi. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Zulham Dorong Pasar Sumedang Dikerjasamakan dengan Swasta agar Tak Terus Mangkrak

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarok mendorong pengelolaan Pasar Sumedang ...
SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...