Selasa
03 November 2026 | 8 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Perkuat Upaya Pemulihan Aset Bersama Kejati Jatim

pdip portal 1200x675

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat langkah penyelamatan aset daerah dengan menggandeng Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) melalui Bidang Pemulihan Aset.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol di Ruang Rapat Kajati Lantai 3, Kamis (5/3/2026).

Sinergi ini bertujuan mengamankan sekaligus memulihkan aset milik Pemkot Surabaya yang hingga kini masih dikuasai pihak ketiga secara melawan hukum.

Kerja sama tersebut mengacu pada Pedoman Jaksa Agung RI Nomor 7 Tahun 2025 yang memperluas kewenangan bidang pemulihan aset untuk mendukung kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah. Ruang lingkupnya meliputi dukungan pemulihan aset, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta pertukaran data dan informasi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, upaya penyelamatan aset daerah merupakan perjuangan panjang yang telah berlangsung sejak kepemimpinan wali kota sebelumnya.

Ia mencontohkan keberhasilan sinergi dengan Kejati Jatim yang berhasil mengembalikan Waduk Unesa kepada Pemkot Surabaya.
“Kemarin peresmiannya diserahkan kembali ke pemerintah kota dengan nama Adi Aksa. Insyaallah tahun ini akan segera kita bangun agar bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” kata Eri.

Meski sejumlah aset telah kembali, Pemkot Surabaya masih menargetkan penyelesaian beberapa aset yang hingga kini masih bersengketa. Di antaranya aset PDAM di kawasan Basuki Rahmat dan Kolam Renang Brantas.

“Kolam Renang Brantas itu adalah aset ikonik Kota Surabaya. Namun sampai hari ini masih ada dua kepemilikan. Kami berharap dengan kerja sama ini aset-aset negara, khususnya milik Pemkot Surabaya, bisa kembali untuk kemaslahatan warga,” ujarnya.

Eri juga menyoroti kendala yang sering muncul dalam proses pengamanan aset, yakni munculnya klaim dari pihak ketiga meskipun pemerintah kota telah memiliki sertifikat resmi.

“Kita sudah pegang sertifikat, tidak pernah ada masalah, tiba-tiba muncul klaim dari pihak lain. Ada sekitar lima aset yang benar-benar sengketa seperti itu. Karena itu kami membutuhkan pendampingan untuk melakukan ‘pembersihan’ aset di Surabaya,” jelasnya.

Melalui pendampingan Bidang Pemulihan Aset Kejati Jatim, Pemkot Surabaya berharap proses penelusuran dan pengembalian aset dapat berjalan lebih cepat dan memiliki kepastian hukum yang kuat.

“Atas nama warga Surabaya, saya mengucapkan terima kasih kepada Kejati Jatim yang telah banyak membantu mengembalikan aset kami,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...