Kamis
08 Januari 2026 | 3 : 02

Pemkab Banyuwangi dan PTPN XII Garap Perkebunan Jadi Destinasi Wisata

pdip-jatim-wisata-perkebunan-banyuwangi

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII, akan mengembangkan beragam destinasi pariwisata perkebunan.

Di Banyuwangi terdapat 12 perkebunan di bawah naungan PTPN XII yang tersebar mulai wilayah utara hingga selatan Banyuwangi, dengan aneka komoditas tanaman perkebunan seperti kopi, cokelat, karet, dan aneka tanaman kayu.

Wilayah perkebunan juga memiliki daya tarik khas yang menjadi keunggulannya. Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, wilayah perkebunan biasanya berhawa sejuk, rindang, banyak yang dilalui sungai jernih dan berarus, pemandangannya juga indah.

Selain itu setiap perkebunan juga memiliki rumah khas peninggalan Belanda yang dulu menjadi rumah bagi sindernya, bisa jadi wisata heritage.

“Belum lagi budaya masyarakat setempat juga bisa diangkat. Apabila dikemas dengan apik akan menjadi sebuah destinasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi,” kata Anas, kemarin.

Dia menyebutkan, pengelola perkebunan terluas di Banyuwangi adalah PTPN XII. Karena itu, pihaknya mengajak PTPN XII untuk mengembangkan berbagai destinasi pariwisata baru.

“Kami melihat potensi yang luar biasa yang ada di wilayah perkebunan. Dengan bersinergi bersama antara daerah dan PTPN XII, akan menghasilkan kolaborasi pengembangan pariwisata yang luar biasa,” jelasnya.

Kolaborasi pengembangan pariwisata dengan PTPN XII akan memberikan banyak manfaat. Baik bagi daerah, pihak perkebunan terutama bagi warga yang tinggal di area perkebunan.

Tidak hanya perusahaan, tambah Anas, warga perkebunan pun bisa mendapatkan nilai tambah dari pariwisata selain menjadi pekerja di perkebunan.

“Mereka bisa menjual makanan, membuka homestay dan sebagainya. Inilah multiplier effect yang bisa dihasilkan dari pengembangan pariwisata ini,” ujar dia.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PTPN XII M. Cholidi menyambut baik dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pariwisata di wilayah perkebunan PTPN XII Banyuwangi.

Sinergi ini akan menjadi peluang yang bagi bagi PTPN XII untuk mengembangakan potensi yang ada di perkebunan.

“Selain menjalankan core bisnis di bidang perkebunan, kami memang memiliki misi untuk mengembangkan bisnis non core salah satunya pengembangan destinasi pariwisata perkebunan. Ini akan menjadi sinergi yang sangat baik bagi kedua pihak,” kata Cholidi.

Pihaknya akan mulai mengeksekusi beberapa lokasi perkebunan. Di antaranya pengembangan Doesoen Kakao, yang berada di areal Perkebunan Kendeng Lembu, dan Perkebunan Kali Kempit, Kecamatan Glenmore, serta Perkebunan Kampe, di Kecamatan Wongsorejo.

Saat ini untuk Doesoen Kakao telah mulai berjalan destinasi agro wisata edukatif pengolahan cokelat dan menjadi tempat diselenggarakannya beberapa even sport tourism daerah. “Kami akan mulai pengerjaan untuk mengemas agar menjadi destinasi yang menarik di beberapa perkebunan. Kami berharap semua berjalan lancar,” tambah dia. (goek)

Artikel Terkini

KLIPING MEDIA

Survei LSI Denny JA: 66% Responden Tak Setuju Usulan Pilkada Lewat DPRD

JAKARTA – Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terkait usulan pemilihan kepala daerah ...
KABAR CABANG

Instruksi Mas Dhito kepada Banteng Kabupaten Kediri: Turun ke Akar Rumput, Gandeng Pemuda!

KEDIRI – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menginstruksikan seluruh struktur ...
LEGISLATIF

Edi Cahyo Purnomo Dorong Pengentasan Kemiskinan di Jember dari 2 Sektor

JEMBER – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo (ECP), mendorong pengentasan kemiskinan di ...
RUANG MERAH

Politik Kaum Muda

Oleh Muries Subiyantoro PADA pertengahan hingga akhir tahun 2025 lalu, muncul fenomena menarik yang patut dicermati ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jombang Rilis Kinerja 2025, Fokus Kawal Hak Rakyat

JOMBANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jombang merilis laporan kinerja tahun 2025. Hal itu sebagai bentuk ...
LEGISLATIF

Dua Manfaat Ini Jadi Alasan DPRD Surabaya Dukung Kebijakan Parkir Nontunai

SURABAYA – Komisi C DPRD Surabaya menilai bahwa edukasi kepada juru parkir (jukir) menjadi kunci utama dalam ...