Rabu
13 Mei 2026 | 1 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pelatihan Tukang Pasang Bata Juga Diikuti Perempuan, Sri Rahayu: Saya Excited

pdip jatim 231126 pelatihan batu bata 1

BLITAR – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sri Rahayu membuka Pembekalan dan Uji Kompetensi Tukang Pasang Bata di Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Garum, Kabupaten blitar, Minggu (26/11/2023).

Pelatihan yang dilaksanakan secara luring tersebut diselenggarakan oleh Balai Jasa Kontruksi wilayah IV Surabaya.

Sri Rahayu menyebut, setidaknya ada 100 orang peserta yang mengikuti pelatihan tersebut. Menariknya, kata dia, ada sebanyak empat orang perempuan yang juga mengikuti agenda pelatihan itu.

“Ini hal yang menarik dan membuat saya excited ya, karena ternyata ada juga perempuan yang berminat untuk mengikuti pelatihan ini. Padahal secara umum, pekerjaan tukang selalu identik dengan kaum laki-laki,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu merupakan tanda bahwa saat ini sudah mulai banyak perempuan yang memiliki pemikiran maju dan tidak patriarki.

Di mana mereka tidak lagi memberikan batas-batas terhadap sesuatu pekerjaan berdasarkan jenis kelamin, sehingga mampu membuktikan bahwa kaum perempuan juga mampu melakukan pekerjaan yang secara umum dilakukan oleh kaum laki-laki.

“Saya merasa sangat senang dan berharap semoga di pelatihan berikutnya akan ada lebih banyak lagi perempuan yang mengikuti agenda ini,” ungkap legislator yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan ini.

Setelah mengikuti pelatihan, lanjut Sri Rahayu, setiap peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai tanda keahlian yang nantinya dapat digunakan untuk meningkatkan daya tawar di dunia kerja sesuai dengan kompetensi masing-masing.

“Sehingga dengan adanya sertifikat ini nantinya dapat dipergunakan oleh peserta untuk menambah nilai bergaining, semisal juga meingkatkan upah. Sebab yang bersangkutan memiliki keahlian yang telah tersertifikasi,” jelasnya.

Sementara itu, Etik Sofiah salah satu peserta asal Garum yang notabene seorang perempuan mengaku senang dan antusias dengan adanya pelatihan ini.

Pasalnya, ilmu yang dapat kelak akan sangat membantu dan berguna jika bisa diaplikasikan dalam kehidupannya sehari- hari.

“Misalnya ya untuk membantu pekerjaan suami di rumah. Seperti memperbaiki atau membuat kamar mandi dan gitu juga nggak perlu cari kuli lagi,” kata Etik.

Etik menyebut profesi tukang pasang bata juga tidak jelek. Sebab, pekerjaan ini sangat dibutuhkan bagi sebagian orang.

Lebih- lebih pekerjaan tukang pasang batu juga bisa disebut sebagai pekerjaan yang mulia, karena keberadaannya bisa membantu orang lain.

“Ya banyaklah manfaatnya, yang butuh tukang pasang batu saat ini juga banyak, karena sekarang banyak yang lagi membangun, utamanya bagi mereka yang berduit,” beber perempuan ibu rumah tangga ini.

Perlu diketahui, Pembekalan dan Uji Kompetensi Tukang Pasang Bata ini adalah agenda yang terlaksana melalui usulan Sri Rahayu sebagai Anggota DPR RI dan diselenggarakan setiap tahun sekali di Kabupaten Blitar. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Inisiasi “Sekolah Sampah”, Dorong Warga Surabaya Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Eri Irawan menginisiasi “Sekolah Sampah” untuk mendorong warga Surabaya memilah dan mengelola sampah dari rumah. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Pemimpin Bukan Dinilai dari Penghargaan, Tapi Dampaknya bagi Rakyat

Eri Cahyadi menegaskan pemimpin sejati tidak diukur dari penghargaan, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan ...
KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Kurangi Undangan Reses dari 250 Jadi 200 Orang per Titik

DPRD Surabaya mengurangi jumlah undangan reses dari 250 menjadi 200 orang per titik demi efektivitas dan efisiensi ...