Kamis
16 Juli 2026 | 12 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Tulungagung Peringati Kudatuli Bersama Seluruh PAC

pdip-jatim-240728-kudatuli-tulungagung-1

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung memperingati peristiwa kerusuhan 27 Juli (Kudatuli) di kantor DPC, Sabtu (27/7/2024) malam.

Refleksi peristiwa sejarah itu menghadirkan perwakilan PAC PDIP se-Kabupaten Tulungagung.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Susilowati mengatakan, peringatan peristiwa Kudatuli adalah satu upaya untuk mengingat peristiwa sejarah.

Sehingga, para generasi penerus khususnya kader partai bisa mewarisi semangat pengorbanan dan perjuangan dalam menjaga kedaulatan dan mempertahankan kehormatan PDI Pro Mega.

“Refleksi peristiwa Kudatuli ini untuk mengingatkan bahwa PDI Perjuangan mempunyai proses sejarah yang panjang dan diperjuangan dengan darah dan air mata,” kata Susilowati.

Kepada seluruh pengurus, kader, simpatisan dan masyarakat Kabupaten Tulungagung, dirinya mengajak untuk terus mengobarkan semangat dan melanjutkan perjuangan demi menjaga marwah partai.

Salah satunya dengan terus menjaga semangat soliditas dan gotong royong dalam menghadapi Pilkada serentak 2024 agar tetap menjadi pemenang. “Kita harus melanjutkan perjuangan para pendahulu demi menjaga marwah partai,” ucap Susi.

Sementara itu, Wakabid Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Wiwik Tri Asmoro menambahkan, peringatan Kudatuli yang dilaksanakan DPC Tulungagung merupakan momentum untuk konsolidasi penguatan kader.

Dengan merefleksi sejarah perjuangan partai, diharapkan seluruh kader PDI Perjuangan Tulungagung bisa memahami tonggak sejarah politik bahwa kekuatan atau kekuasaan yang dzalim tidak bisa mengalahkan kekuatan rakyat.

“Peristiwa Kudatuli merupakan tonggak sejarah pendirian PDI Perjuangan atas adanya dualisme kepengurusan PDI,” kata Wiwik.

Dia menambahkan, sejarah telah mencatat bahwa Kongres Luar Biasa (KLB) PDI di asrama haji Sukolilo Surabaya pada 2 hingga 6 Desember 1996, Megawati Soekarnoputri terpilih menjadi ketua umum yang sah.

KLB itu merupakan sebuah perjuangan untuk melawan Soerjadi yang didukung oleh pemerintahan Orde Baru yakni Presiden Soeharto.

Adanya dualisme kepengurusan PDI, menyebabkan partai berlambang banteng ini tidak bisa ikut Pemilu 1997 dan setelah kongres V di Bali tahun 1998 PDI berubah nama menjadi PDI Perjuangan. “Pada Pemilu 1999, PDI Perjuangan menjadi kontestan dan menjadi pemenang,” ungkapnya.

Wiwik berharap, seluruh masyarakat Indonesia khususnya kader PDI Perjuangan bisa memahami sejarah peristiwa Kudatuli sehingga bisa mewarisi semangat untuk selalu berjuang bersama rakyat dan semakin dicintai rakyat.

“Sejatinya PDI Perjuangan berasal dari kekuatan rakyat yang melawan kedzaliman kekuasaan, sehingga visi perjuangannya dari rakyat dan berjuang untuk kesejahteraan,” tutupnya. (sin/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Minta Peningkatan PAD Tak Membebani Rakyat

DPRD Kabupaten Trenggalek meminta pemerintah daerah meningkatkan PAD secara kreatif tanpa membebani masyarakat, ...
EKSEKUTIF

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Mulai Musran dan Musanran, Diana Sasa: Panaskan Mesin Partai, Perkuat Pengabdian Untuk Rakyat

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan resmi memulai pelaksanaan Musyawarah Ranting ...
KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...
KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...