Kamis
17 September 2026 | 11 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Bondowoso Bedah Konsep Nasionalisme Soekarno dan Tan Malaka

PDIP-Jatim-Bedah-Buku-Bung-Karno-23062021

BONDOWOSO – Memperingati Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Bondowoso menggelar acara bedah buka “Nasionalisme ala Soekarno dan Tan Malaka” di Wisma Wabup, Rabu (23/6/2021).

Ketua PDI Perjuangan Bondowoso, Irwan Bachtiar mengatakan, buku “Nasionalisme ala Bunga Karno dan Tan Malaka” adalah satu karya yang akan menumbuhkan pemahaman baru tentang bagaimana Founding Father membangun Nasionalisme yang dapat diterima oleh rakyat, sehingga membawa kemerdekaan bagi Indonesia.

“Buku yang mengulas tentang Nasionalisme ala Bung Karno dan tan Malaka ini, adalah buku yang menarik. Dalam buku ini, kita akan disuguhkan perspektif baru tentang bagaimana aliran pemikiran Soekarno dan Tan Malaka dapat membangun pengaruh Nasionalisme untuk rakyat, hingga mampu membawa kemerdekaan bagi Indonesia,” ujar Irwan.

Sedangkan menurut Taufik Hidayat, penulis buku “Nasionalisme ala Bung Karno dan Tan Malaka”, memaparkan, bahwa pertemuan dari dua aliran pemikiran Tan Malaka dan Soekarno tentang konsep Nasionalisme Indonesia, jika ditelusuri memiliki pandangan Nasionalisme yang identik.

Tan Malaka dan Soekarno sama-sama berpandangan, Nasionalisme Indonesia memiliki coraknya sendiri, yaitu mengedepankan nilai humanisme. Hal itu berbeda dengan konsep Nasionalisme yang tidak bercorak Chauvinis ala barat.

“Dalam buku ini saya ingin mengurai bagaimana dua tokoh besar Indonesia, Tan Malaka dan Soekarno sama-sama memiliki pandangan yang identik tentang konsep Nasionalisme Indonesia, yang menarik dari buku ini adalah bagaimana akan ditampilkannya  Sosok Tan Malaka yang lebih dikenal dengan sosialismenya, ternyata memiliki andil besar dalam mengonsep Nasionalisme,” jelasnya.

Sementara Wakabid Pemuda dan Olahraga PDI Perjuangan Bondowoso, Irsan Mirwanda Bachtiar, menjelaskan, acara bedah buku itu merupakan satu langkah yang dilakukan PDI Perjuangan Bondowoso untuk tetap mempertahankan budaya literasi.

Menurutnya di tengah gempuran kemajuan teknologi seperti saat ini, peran buku sudah jauh berkurang. Untuk mendapatkan informasi, orang-orang lebih banyak dimudahkan dengan tayangan digital.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai salah satu cara untuk tetap mempertahankan budaya literasi, di mana saat ini, kemajuan teknologi yang mempermudah mengakses informasi, membuat orang semakin jarang membaca buku dan mendiskusikannya,” terangnya.

Karena itu,  imbuh Irsan, guna terus menciptakan ruang-ruang berkembangnya minat leterasi.

“Kegiatan bedah buku dan diskusi semacam ini akan terus digalakkan oleh PDI Perjuangan Bondowoso,” pungkasnya. (ryo/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

95 Persen Peternak di Lamongan Tak Punya Legalitas, Terkendala Rumitnya Perizinan PBG

LAMONGAN – Berbagai aturan justeru menyulitkan peternak dalam mengakses program pemerintah hingga akses perbankan. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga ...
KRONIK

Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di ...
KRONIK

Sadarestuwati: Padi MSP 65 Bisa Jadi Salah Satu Solusi Swasembada Pangan

JOMBANG – Padi MSP 65 atau GP 65 Bogor yang dikembangkan di lahan demplot Kabupaten Jombang menunjukkan hasil di ...
HEADLINE

Padi MSP 65 Panen 10 Ton per Hektare di Jombang, Ganjar Minta Uji Coba 3-4 Kali

JOMBANG – Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar ...
HEADLINE

Wabup Ngawi Terus Pantau Kebakaran Lereng Utara Lawu, Sekat Bakar Dibuat untuk Melokalisir Api

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng utara Gunung Lawu wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ...