Senin
08 Juni 2026 | 3 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bung Karno Ditembak Saat Salat Iduladha, Sniper: Sosoknya jadi Dua

pdip-jatim-bung-karno-salat-280823-idul-adha-1962
Presiden Sukarno salat Iduladha bersama para menteri dan rakyat di Istana Merdeka, Jakarta, tahun 1962. (historia.id)

DOR! Bunyi letusan senapan menyalak diantara barisan jemaah yang sedang melaksanakan salat Iduladha di lapangan istana kepresidenan, 14 Mei 1962.

Diantara jemaah warga muslim dari sekitar istana, terdapat Presiden Sukarno dan sejumlah menteri.

Letusan senapan kali pertama terdengar saat jamaah dalam posisi gerakan rukuk atau membungkukkan badan dengan dua tangan menyanggah pada lutut.

Tembakan Berkali-kali
Bunyi letusan kembali terdengar beberapa kali. Barisan jamaah salat berhamburan.

“Tembakan pertama meleset. Peluru justru mengenai Ketua DPRGR, Zainul Arifin,” tulis Moehammad Goenawan dalam buku Detik-detik Paling Menegangkan diterbitkan tahun 2015.

Sumber lain menyebut, Zainul Arifin menjadi imam salat ketika itu.

Tembakan itu membuat para pengawal melindungi Bung Karno. Tembakan kedua pun dilepaskan. Amoen, yang melindungi Presiden Sukarno dengan tubuhnya, tertembak di bagian dada.

Pistol kembali menyalak untuk kesekian kalinya. Kali ini menyerempet kepala Soesilo.

Dengan luka di kepala, Soesilo menerjang sang penembak yang dibantu dua pengawal lainnya. Walaupun terluka parah, Amoen dan Soesilo pada akhirnya selamat.

Penembakan Jarak Dekat
Peristiwa penembakan dilakukan dari jarak yang cukup dekat. Kejadian itu pula yang kemudian hari melahirkan satuan khusus pengamanan presiden.

Hal tersebut sebagaimana diceritakan Wakil Komandan Tjakrabirawa, H Maulwi Saelan seperti dalam buku autobiografinya yang ia tulis, Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa: Dari Revolusi 45 Sampai Kudeta 66.

Dalam bukunya, Maulwi Saelan, menjelaskan penembak berada dalam jarak 4 shaf (barisan dalam salat) dari Bung Karno.

“Ketika diperiksa, penembak mengaku melihat Bung Karno yang dibidiknya ada dua orang. Maka bingunglah ia hendak menembak yang mana,” tulis Maulwi yang pernah menjadi kiper Timnas Sepakbola Indonesia saat berlaga di Olimpiade ke-16 Tahun 1956 di Melbourne, Australia melawan Timnas Uni Sovyet.

Peristiwa penembakan Iduladha itu pula yang membuat Menteri Pertahanan dan Keamanan Negara, Jenderal Abdul Haris Nasution mengusulkan kepada Presiden Sukarno untuk membentuk resimen kawal khusus yang bertugas menjaga keselamatan dan kemanan pribadi presiden dan keluarganya.

Resimen ini melibatkan prajurit-prajurit terbaik TNI dari empat angkatan: darat, laut, udara, dan kepolisian.

Usulan pun disetujui dan dibentuklah resimen kawal khusus bernama Tjakrabirawa. Nama tersebut diambil dari nama senjata tokoh pewayangan Kresna. Dalam bahasa Sansekerta, Tjakrabirawa berarti lingkaran dahsyat.

“Peristiwa Idul Adha ini kelak mengubah jalan hidup saya. Karena dengan alasan itu, saya dipindahkan dari Makassar ke Jakarta untuk membentuk Resimen Tjakrabirawa,” tulis Maulwi.(hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Ipuk Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Progres 75 Persen

BANYUWANGI – Pemerintah pusat membangun Sekolah Rakyat (SR) di Banyuwangi. Saat ini, progres pembangunannya ...
KABAR CABANG

Harlah Bung Karno, BPEK Tuban “Ngangsu Kaweruh” Ideologi dan Ekonomi Kreatif di Blitar

KOTA BLITAR – Memperingati hari kelahiran Soekarno, Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Pemberdayaan ...
EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Fokus Tekan Pengangguran, Mas Dhito Genjot Pelatihan Kerja hingga Job Fair

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan Pemkab Kediri fokus menekan Tingkat Pengangguran Terbuka ...
KRONIK

Ganjar Ajak Generasi Muda Suarakan Kegelisahan Bangsa Lewat Film dan Seni

Ganjar Pranowo mengajak generasi muda menyalurkan gagasan, kritik sosial, dan kegelisahan terhadap kondisi bangsa ...
KRONIK

Hasto Ajak Kader PDIP dan Masyarakat Petik Pesan Moral Film Ghost in the Cell

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengimbau kader partai dan masyarakat memetik pesan moral dalam film Ghost ...
KABAR CABANG

Urun Rembug Barisan Marhaen, Cara DPC Ngawi Kenalkan Sepak Terjang Bung Karno kepada Gen Z 

NGAWI – Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi disulap layaknya studio siniar pada Sabtu malam ...