Selasa
21 Juli 2026 | 9 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pantau Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan, Andreas Kunjungi Pasar-pasar di Kota Malang

pdip-jatim-250228-andreas-kunjungi-pasar

MALANG – Jelang Ramadan 2025, legislator PDI Perjuangan DPR RI Andreas Eddy Susetyo turun langsung mengecek situasi harga-harga bahan pokok di pasar-pasar di Kota Malang, Jumat (28/2/2025).

Tinjauan ini untul memastikan adanya stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan.

Andreas mengecek harga-harga pangan itu di tiga pasar sekaligus. Yakni di Pasar Induk Gadang, Pasar Besar Malang dan Pasar Bunul Kota Malang.

Tak sendiri, Andreas didampingi Kepala Perwakilan BI Malang Febrina, Deputi Kepala Perwakilan BI Malang Dedy Prasetyo dan Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi.

Dalam kunjungan itu, dia masih melihat adanya gejolak kenaikan harga yang selalu terjadi tiap menjelang Ramadan. Seperti pada komoditi cabai yang melonjak di angka Rp100 ribu dari semula Rp45 ribu.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditi bawang merah, bawang putih, telur ayam, cabai besar hingga minyak goreng. Untuk harga daging sapi maupun ayam cenderung stabil.

Di sisi lain, secara ketersediaan stok pangan, politisi PDI Perjuangan ini menilai relatif aman.

Meski ketersediaan stok bahan pokok masih relatif terjaga, namun untuk stabilitas harga selama masa Ramadan nanti perlu menjadi perhatian serius. Menurutnya, harus ada intervensi segera dari pemerintah.

Sebagai contoh pada komoditi beras. Kata dia, Bulog sudah waktunya mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp 11 ribu per Kg ke pasaran. Pasalnya, beras yang beredar di pasaran dengan kualitas yang sama ada di angka Rp13 ribu per Kg.

“Dari tinjauan saya hari ini tadi beras SPHP tidak ada sama sekali di pasaran. Setelah komunikasi dengan Bulog, ternyata memang di Zona 1 ini distribusinya masih distop karena berdekatan dengan masa panen raya,” ujarnya.

Meski begitu, ia berharap Bulog segera merespon situasi ini karena harga beras di pasar tertinggi sudah di angka Rp13 ribu per kilo. Sementara kemampuan daya beli masyarakat hanya berada di angka Rp11 ribu.

“Kalau masih tetap di angka 13 ribu, takutnya nanti akan berdampak pada inflasi. Semoga segera ada solusi. Juga untuk MinyaKita, kami harap bisa segera disebar ke pasar-pasar,” tegasnya.

Pada prinsipnya, Andreas menekankan bahwa stabilitas harga pokok ini penting untuk dijaga terutama di bulan Ramadan sehingga masyarakat bisa dengan aman menjalankan ibadah dan berkumpul bersama keluarga. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...
SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...