Minggu
19 Juli 2026 | 10 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pantau Langsung Pendangkalan Sungai di Kota Madiun, Risma Punya Solusi Ini

pdip-jatim-241121-TR-sungai-dangkal-1

MADIUN – Pendangkalan sungai di Jalan Pilang Werda, Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, gegara penurunan kualitas lingkungan menjadi perhatian Cagub Tri Rismaharini saat mengunjungi Kota Madiun, Kamis (21/11/2024).

Kondisi pendangkalan ini jadi perhatian Risma, khususnya dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Seperti kenaikan permukaan air laut.

Cagub nomor urut 3 di Pilkada Jatim ini turun langsung melihat kondisi sungai yang kerap menimbulkan banjir tersebut didampingi calon wali kota dan wakil wali kota Madiun yang diusung PDI Perjuangan, Inda-Aldi.

Menurutnya, untuk mengatasi masalah meluapnya air sungai gara-gara pendangkalan itu, perlu ada upaya pemanfaatan ruang-ruang tampungan air yang ada.

Seperti embung, untuk digunakan sebagai sumber cadangan air atau pembasahan pada musim kemarau.

Menurutnya, jika kapasitas embung cukup besar, dapat dimanfaatkan sebagai tempat penampungan sementara yang juga membantu mengatasi kekeringan.

“Sebetulnya kita juga manfaatkan embung-embung itu, kalau kapasitas embung itu agak besar maka dia akan jadi tampungan, dan itu bisa dimanfaatkan untuk pembasahan saat musim kemarau, atau bahkan sumber air,” ujar Risma saat di lokasi sungai.

Namun, satu masalah besar yang muncul adalah kenaikan permukaan air laut yang semakin mengancam wilayah pesisir. Hal ini menyebabkan air laut tidak dapat mengalir keluar, terutama pada saat pasang.

“Dulu Madiun berada di kawasan yang aman dari dampak pasang air laut, namun kini hal tersebut tidak lagi berlaku. Saat ini, wilayah seperti Stasiun Kereta Madiun, yang sebelumnya berada di atas permukaan air laut, kini terancam,” sebut mantan Wali Kota Surabaya dua periode itu.

Menurut Risma, untuk menanggulangi masalah ini, solusi yang diusulkan adalah dengan membangun pintu-pintu air di sepanjang sungai.

Dengan adanya pintu air ini, air laut dapat masuk ke daratan secara terkontrol, dibantu dengan sistem pompa untuk mengalirkan air.

“Jadi untuk menanggulangi hal itu, kita harus buat pintu-pintu air sehingga air laut bisa masuk ke daratan, dan dibantu oleh pompa,” paparnya.

Di sisi lain, wilayah pesisir yang langsung berhadapan dengan laut memerlukan penanganan lebih intensif.

Seperti pembangunan tanggul laut guna mencegah masuknya air laut ke daratan ketika terjadi pasang. (Baca juga: Kunjungi Padepokan IKSPI Kera Sakti, Risma Dapat Masukan tentang Masalah yang Dihadapi Para Pesilat)

Selain infrastruktur, Risma menilai edukasi kepada masyarakat juga menjadi kunci penting. Masyarakat perlu memahami cara-cara antisipasi bencana, terutama saat hujan deras atau banjir, agar bisa meminimalisir kerugian.

“Di beberapa daerah juga perlu dipersiapkan lumbung-lumbung cadangan untuk menghadapi bencana, agar bantuan dapat segera disalurkan saat keadaan darurat,” tambah mantan Mensos RI tersebut. (ian/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Pemkab Kedepankan Pembinaan Pelaku Usaha Mikro Ketimbang Sanksi

Anggota DPRD Jember Suharto meminta Pemkab Jember mengedepankan pembinaan kepada pelaku usaha mikro dibanding ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Hilirisasi Kopi, Petani Harus Nikmati Nilai Tambah Ekonomi

Anggota Komisi B DPRD Jatim Erma Susanti mendorong hilirisasi kopi di Blitar. Petani dan generasi muda diminta ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang: Koperasi Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menegaskan penguatan koperasi harus menjadi agenda bersama untuk memperkokoh ...
KABAR CABANG

Menumbuhkan Spirit Gotong Royong Melalui Turnamen Voli Piala Kades Sumbersuko, Lumajang

LUMAJANG – Lapangan Voli Brajamusti di Desa Sumbersuko, Lumajang, menjadi saksi riuh rendahnya ratusan warga yang ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Car Free Day Surabaya Harus Bebas Pungli

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan kawasan Car Free Day harus bebas dari pungutan liar. Pemkot menggandeng ...
KRONIK

Rano Karno: Si Doel, Kudatuli, dan Utang Demokrasi yang Tak Boleh Dilupakan

Dalam peringatan 30 tahun Kudatuli, Rano Karno menyebut perjalanan politiknya tak lepas dari perjuangan para korban ...