Rabu
22 Juli 2026 | 12 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Panja Pupuk Bersubsi DPR RI Bertemu Kelompok Tani Se-Mojokerto, Mindo: Kita Ingin Tahu Permasalahannya Secara Komprehensif

PDIP-Jatim-Mindo-Panja-11112021

MOJOKERTO – Dalam upaya untuk menyelesaikan permasalah pupuk bersubsidi yang selama ini dirasakan oleh masyarakat, terutama kelompok tani di Indonesia, anggota Komisi IV DPR RI, Mindo Sianipar, pimpin Panitia Kerja (Panja) Pupuk Bersubsidi dan Kartu Tani Komisi IV DPR RI ke Kabupaten Mojokerto dengan agenda bertemu para pengecer pupuk, Perusahaan Perdagangan lndonesia (PPI), distributor hingga kelompok tani se-Kabupaten Mojokerto di KUD Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Kamis (10/11/2021).

Ketua Bidang Koperasi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat DPP PDI Perjuangan ini menjelaskan, rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk mencari akar permasalahan pupuk bersubsidi yang terjadi di masyarakat, sehingga DPR RI bisa menganalisa dan memberikan jalan keluar dari masalah tersebut.

“Kita temui PPI, distributor juga kelompok tani untuk mencari tahu apa sih masalahnya? Supaya kita tahu bagaimana cara mengatasinya. Kita tidak mencari kesalahan tentang susahnya pupuk bersubsidi, tapi kita hanya ingin tahu bagaimana cara mengatasi ini? Apa yang terjadi di masyarakat?” terang Mindo seusai acara.

Mekanismenya, tambah politisi yang akrab dipanggil Bang Mindo ini, melakukan dialog dengan membuat pertanyaan yang nantinya akan dijawab secara tertulis oleh PPl, distributor, dan pengecer sebagai bahan kajian komisi IV di Jakarta.

“Masing-masing distributor, pengecer dan PPI mewakili satu kecamatan dengan dibuat pertanyaan tertulis. Mereka jawab segera. Pertanyaan ke distributor mereka jawab segera secara tertulis. Ini yang kita kumpulkan, kita kaji di Jakarta supaya punya data valid dari satu kabupaten,” ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk menguatkan data sebagai bahan kajian dan evaluasi untuk mencari solusi yang efektif dalam mengatasi permasalahan pupuk bersubsidi dan kartu tani yang akan diterima masyatakat.

“Cara ini bisa menjadi data kita untuk mengkaji ulang untuk memberikan solusi bagi masyarakat dan kelompok tani, karena masalah pupuk bersubsidi dan kartu tani ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat,” terangnya.

Pertemuan tersebut, selain dihadiri kelompok tani, pengecer, PPI, dan distributor pupuk, turut hadir Dirjen PSP, Dirut Pupuk Indonesia, dan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati.

Usai kegiatan Panja tersebut, Mindo mengajak Dirjen PSP, Dirut Pupuk Indonesia, dan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, untuk meninjau Agro Edukasi MSP di Karangdiyeng, Kutorejo Kabupaten Mojokerto yang akan digunakan sebagai percontohan skala nasional Pusat Pendidikan Peternakan, Perikanan dan Pertanian Terpadu (PPPPPT). (arul/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...