Jumat
17 Juli 2026 | 8 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Operasional Jembatan Kaca Bromo Terganjal Pengelolaan, Momentum Lebaran Terlewatkan

IMG-20260330-WA0011_copy_772x506

KABUPATEN ​PROBOLINGGO — Pemanfaatan Jembatan Kaca di kawasan wisata Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, hingga kini belum menemui titik terang. Meski proses serah terima aset telah rampung, destinasi yang diproyeksikan menjadi magnet baru pariwisata nasional tersebut belum kunjung dibuka untuk umum.

​Kondisi ini memicu keprihatinan dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Khairul Anam, menyayangkan keterlambatan operasional yang menyebabkan daerah kehilangan momentum besar dalam menarik kunjungan wisatawan.

​”Daerah telah kehilangan banyak momentum besar, mulai dari libur Tahun Baru hingga hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah ini,” ujar Khairul di Probolinggo, Senin (30/3/2026).

​Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini mendesak agar regulasi dan tata kelola jembatan segera dituntaskan. Ia berharap destinasi tersebut sudah dapat beroperasi pada April mendatang agar tidak kehilangan masa puncak kunjungan (high season) berikutnya.

​”Kejelasan regulasi harus segera tuntas sebagai fondasi operasional yang profesional. Kami juga meminta adanya transparansi dalam rencana pengelolaan yang melibatkan pihak ketiga agar birokrasi tidak berbelit-belit,” tegas pria yang akrab disapa Cak Anam tersebut.

Kendala Administrasi
​Secara terpisah, pihak otoritas kawasan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), mengonfirmasi bahwa kendala utama belum dibukanya akses publik adalah proses penunjukan pengelola.

​Ketua Tim Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan TNBTS, Hendra Wisantara, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu kepastian terkait pihak ketiga yang akan mengelola fasilitas tersebut.

“Jembatan Kaca saat ini memang belum dibuka. Kami masih menunggu kepastian pihak ketiga yang ditunjuk sebagai pengelola,” kata Hendra.

​Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, mengungkapkan bahwa kewenangan penuh pengelolaan berada di bawah kendali TNBTS. Saat ini, proses peralihan manajemen sedang berlangsung.

​Heri memberikan estimasi bahwa jika proses administrasi berjalan sesuai rencana, ikon baru pariwisata Probolinggo tersebut kemungkinan besar mulai beroperasi dalam satu hingga dua bulan ke depan.

​Jembatan kaca yang membentang di Seruni Point ini diharapkan mampu meningkatkan lama kunjungan (length of stay) wisatawan di kawasan Bromo, yang selama ini menjadi salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Indonesia.(drw/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Lamongan Kejar Target Zero Stunting, Semula 27 Persen Kini 3,65

LAMONGAN – Wakil Bupati Lamongan yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Dirham Akbar Aksara, ...
KRONIK

Di Balik Panjat Pinang, Bersih Desa Kedungsigit Rawat Guyub Rukun dan Warisan Budaya

TRENGGALEK – Gelak tawa dan sorak sorai memecah suasana malam di Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, Kabupaten ...
EKSEKUTIF

Wabup Lumajang Pastikan P-APBD 2026 untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Publik

LUMAJANG – Setiap perubahan anggaran harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Prinsip tersebut ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Birokrasi Proaktif, Aduan Warga Harus Tuntas Maksimal 1×24 Jam

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta seluruh jajaran Pemkot bekerja proaktif menyelesaikan persoalan masyarakat ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Dorong Digipay, Tutup Celah Mark-Up Anggaran

MALANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mendukung penerapan sistem digital payment (digipay) di ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Madiun Percepat Penataan Ranting, Perkuat Organisasi hingga Akar Rumput

MADIUN – DPC PDI Perjuangan Kota Madiun mempercepat penataan kepengurusan ranting di seluruh wilayah sebagai bagian ...