Sabtu
31 Oktober 2026 | 10 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Balik Panjat Pinang, Bersih Desa Kedungsigit Rawat Guyub Rukun dan Warisan Budaya

pdip jatim 260717 bersih desa 1

TRENGGALEK – Gelak tawa dan sorak sorai memecah suasana malam di Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Kamis (16/7/2026).

Di bawah cahaya lampu, warga dari berbagai usia bahu-membahu menaklukkan batang pinang licin.

Bukan semata mengejar hadiah, melainkan merayakan kebersamaan yang telah lama menjadi denyut kehidupan desa.

Panjat pinang menjadi salah satu rangkaian Bersih Desa Kedungsigit, tradisi tahunan yang hingga kini terus dijaga sebagai wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar merawat nilai-nilai kebersamaan.

Selain panjat pinang, masyarakat juga memeriahkan kegiatan dengan lomba tenis meja, catur, hingga doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan dan kemajuan desa.

Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, yang hadir di tengah masyarakat menilai bersih desa memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar perayaan tradisi.

“Bersih desa itu bagian dari nguri-uri budaya. Harapannya desa semakin guyub, semakin maju. Untuk memeriahkannya digelar berbagai perlombaan yang melibatkan seluruh warga,” ujarnya.

Bagi Doding, kehadirannya bukan hanya untuk ikut memeriahkan acara, tetapi juga menjadi kesempatan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Menurutnya, tradisi seperti bersih desa menjadi ruang yang mempertemukan warga dengan pemimpinnya dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Di tengah derasnya perubahan zaman, ia mengingatkan agar tradisi bersih desa tetap dipertahankan.

Selain menjadi warisan budaya, kegiatan tersebut juga menjadi media bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, asal-usul, serta nilai-nilai yang membentuk karakter masyarakat desa.

“Banyak makna dalam bersih desa. Yang paling penting adalah memupuk semangat guyub, rukun, dan gotong royong masyarakat desa. Jangan sampai generasi muda kehilangan akar budayanya,” katanya.

Menurut Doding, semangat kebersamaan itu tergambar jelas dalam lomba panjat pinang.

Setiap tim harus saling menopang, menyusun strategi, dan bekerja sama untuk mencapai puncak.

Tidak ada ruang bagi ego. Keberhasilan hanya bisa diraih melalui kekompakan.

“Panjat pinang ini mengajarkan bahwa tujuan hanya bisa dicapai kalau semua kompak. Jadi jangan dilihat besar kecil hadiahnya, tetapi nilai kebersamaan yang dibangun di dalamnya. Bisa dilihat, pesertanya tua maupun muda menyatu dalam satu tim,” tutur politisi PDI Perjuangan tersebut.

Di Desa Kedungsigit, bersih desa akhirnya bukan hanya menjadi agenda tahunan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Tradisi itu menjelma menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga persaudaraan, gotong royong, dan akar budaya yang selama ini menjadi kekuatan masyarakatnya. (azz/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Tulungagung Sahkan 5 Perda, Fraksi PDI Perjuangan Soroti Isu Pendidikan hingga Disabilitas

TULUNGAGUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung bersama eksekutif resmi mengesahkan lima ...
LEGISLATIF

Buleks Apresiasi Prestasi Bank Suroboyo, Minta Kinerja Lima Tahun Berturut-turut Dipertahankan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, mengapresiasi capaian BPR Surya Artha Utama (BPR SAU) atau ...
SEMENTARA ITU...

Pemkot Surabaya Kembangkan Taman Hutan Kota Jeruk, Warga Desil 1 hingga 3 Diprioritaskan Kelola Usaha

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pengembangan Taman Hutan Kota Jeruk di Kecamatan ...
LEGISLATIF

Bangun Ekonomi Berbasis Zero Waste, Sri Untari Gandeng Warga Empat Desa di Kabupaten Malang

MALANG – Empat desa di Kabupaten Malang disiapkan menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis zero waste ...
EKSEKUTIF

Museum Penataran Expo 2026 Angkat Warisan Budaya Takbenda, Pemkab Blitar Luncurkan Reservasi Online

BLITAR – Museum Penataran Expo 2026 menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Blitar mengenalkan kekayaan warisan budaya ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan Perpisahan Siswa SD-SMP Negeri Surabaya, Dispendik Tegur Kasek

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang sekolah negeri membebani orang tua murid dengan pungutan ...