Jumat
04 September 2026 | 1 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ning Nadia Ungkap Sisi Hangat Halal Bihalal PDIP Jatim: “Ternyata Seasik Itu”

pdip jatim 260413 ning nadia 1

SURABAYA — Ada rasa gugup yang sempat menyelinap di hati Ning Nadia Abdurrahman saat pertama kali melangkah ke forum halal bihalal PDI Perjuangan Jawa Timur di Hotel Shangri-La, Minggu (12/4/2026).

Maklum, ini adalah kali pertamanya mengisi tausiyah di lingkungan partai politik.

Namun rasa itu tak bertahan lama.
Begitu bertatap muka langsung dengan para kader, kesan yang muncul justru jauh dari bayangan. Hangat, guyub, bahkan terasa akrab.

“Pertama kali nyemplung, istilahnya bertatap muka dengan orang-orang di balik kesuksesan PDI Perjuangan. Masyaallah, ternyata seasik itu, tidak semenyeramkan yang dibayangkan,” ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Qolam Wa Lauh, Kwagean, Kediri itu kemudian melihat lebih dalam makna dari forum tersebut. Bagi dia, halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang penting untuk merawat hubungan antarmanusia.

Ia mengapresiasi langkah PDIP yang tetap menjaga tradisi khas nusantara yang diwariskan Soekarno, salah satunya melalui halal bihalal.

Dalam pandangannya, silaturahmi memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam ajaran Islam. Bahkan, dalam sejumlah riwayat, nilai islah atau mendamaikan hubungan antarmanusia disebut lebih utama dibanding ibadah sunnah.

“Halal bihalal ini menjadi ruang untuk saling menghalalkan, menggugurkan dosa-dosa sosial. Karena kesalahan antarmanusia tidak cukup diselesaikan hanya dengan taubat kepada Allah, tapi juga harus dengan kerelaan sesama,” tuturnya.

Di hadapan para kader Banteng, Ning Nadia juga mengajak untuk tidak berhenti pada silaturahmi biasa. Ia mendorong agar hubungan tetap dijaga, bahkan kepada mereka yang pernah memutusnya.

Ada tiga nilai yang ia tawarkan sebagai bekal: takhali, tahali, dan tajali.

Takhali, mengosongkan hati dari dendam.

Tahali, menghiasinya dengan sikap memaafkan.

Dan tajali, memastikan hubungan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Semoga kita keluar dari majelis ini dengan tiga oleh-oleh itu,” ucapnya. (Baca juga: Said Abdullah Tegaskan Jatim Rumah Ijo-Abang, NU dan PDIP Tak Terpisahkan)

Di ujung acara, pesan itu terasa sederhana, tapi dalam: silaturahmi bukan hanya tentang bertemu, melainkan tentang memperbaiki—dan memulai kembali. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...
LEGISLATIF

Ama Siswanto Desak Biaya Pengobatan Siswa SMPN 1 Kabuh Ditanggung, Dugaan Insiden MBG Harus Diinvestigasi

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang, Ama Siswanto, mendesak agar puluhan siswa SMPN 1 Kabuh yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan Tambahan Rp1,235 T Jangan Berujung SiLPA

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim agar tidak ...
KRONIK

Madura Berselawat, Bupati Fauzi Berharap Berdampak Positif bagi Pembangunan

SUMENEP – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama masyarakat mengikuti ...
KRONIK

Bupati Lukman: Jabatan Kepala Sekolah Itu Amanah Besar, Muaranya Harus untuk Kepentingan Anak

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen pendidikan agar setiap ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Boyong Peternak ke DPR RI dan Kementan Terkait Anjloknya Harga Telur

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan memboyong perwakilan peternak dan koperasi peternak daerah bertolak ke ...