Kamis
17 September 2026 | 1 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nila Yani Soroti Daya Saing Pariwisata RI, Kalah Agresif dari Thailand dan Vietnam

IMG-20260402-WA0009_copy_768x511

JAKARTA – Sektor pariwisata Indonesia tengah berada dalam momentum kebangkitan pascapandemi. Namun, tren positif ini dinilai masih membentur tembok besar berupa persoalan struktural yang menghambat daya saing Indonesia di tingkat global.

​Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, memberikan catatan kritis terkait posisi Indonesia yang mulai tertinggal dari negara tetangga.

Menurutnya, negara seperti Thailand dan Vietnam jauh lebih agresif dalam memenangkan pasar wisatawan mancanegara.

​”Persoalan utama kita terletak pada konektivitas ke destinasi yang masih terbatas, biaya perjalanan domestik yang mahal, serta kesiapan layanan di daerah yang belum konsisten,” ujar Nila dalam keterangan resminya, dikutip Senin (2/4/2026).

Mahalnya Tiket Pesawat
​Salah satu poin krusial yang disoroti adalah tingginya harga tiket pesawat domestik. Fenomena ini menciptakan anomali di mana masyarakat Indonesia seringkali mendapati biaya perjalanan ke luar negeri jauh lebih murah dibandingkan mengunjungi destinasi di dalam negeri.

​Kondisi ini, menurut Nila, membuat wisatawan—baik domestik maupun mancanegara—lebih memilih destinasi luar negeri yang menawarkan kepastian akses dan efisiensi biaya.

​”Ini adalah persoalan berulang yang tidak bisa terus dibiarkan tanpa solusi yang jelas dan berkelanjutan. Jika tiket domestik lebih mahal dari internasional, wajar jika publik mempertanyakan keberpihakan pemerintah,” tegas politisi muda dari daerah pemilihan Jawa Timur X tersebut.

Kualitas Layanan Maskapai Menurun
​Selain persoalan harga, kualitas layanan maskapai penerbangan nasional tak luput dari kritik. Nila menerima banyak keluhan terkait ​ketidakpastian jadwal, keterlambatan penerbangan (delay) yang kerap terjadi tanpa kompensasi atau kepastian informasi.

Juga soal ​fasilitas armada. Kebersihan kabin yang kurang terjaga serta minimnya perawatan dan pembaruan fasilitas pesawat.

​Ia menilai, buruknya layanan transportasi udara berdampak langsung pada citra pariwisata nasional.

Wisatawan yang merasa tidak nyaman dalam perjalanan cenderung memberikan testimoni negatif yang merugikan upaya promosi pemerintah.

Mendorong Pemerataan Ekonomi
​Lebih lanjut, Komisi VII mendorong adanya koordinasi lintas sektoral yang lebih berani.

Pembangunan pariwisata diharapkan tidak lagi berjalan secara parsial atau sektoral, melainkan terintegrasi antara Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, dan lembaga terkait lainnya.

​Nila juga menekankan bahwa pariwisata harus menjadi instrumen pemerataan ekonomi guna menghapus disparitas antarwilayah.

​”Pariwisata seharusnya menjadi alat pemerataan, bukan justru memperdalam ketimpangan. Pembangunan tidak hanya soal angka pertumbuhan, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar destinasi,” pungkasnya.(mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Tantri Bararoh Pimpin PA GMNI Kabupaten Malang, Komitmen Kawal Nasib Kaum Marhaen  

MALANG – Tantri Bararoh resmi memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional ...
KRONIK

Kawal Kasus Rudapaksa Disabilitas, Hj. Ansari PDIP Desak Pemulihan Mental Total bagi Korban

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Tulungagung Soroti Tingginya Silpa dan Perjuangkan Kelayakan Gaji PPPK

TULUNGAGUNG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung menyoroti tingginya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan ...
SEMENTARA ITU...

Kediri Bidik Emas Senam Porprov 2027, Atlet Dibina Sejak Usia SD

KEDIRI — Kabupaten Kediri mulai mematangkan target prestasi cabang olahraga senam untuk menghadapi Porprov Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Dorong Perda Pesantren dan Madin Mulai Berlaku Maksimal 2027

TRENGGALEK – Peraturan daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pesantren dan Madrasah Nonformal atau Madrasah ...
EKSEKUTIF

Terbukti Pungli Retribusi Sampah, Dua PPPK Paruh Waktu DLH Surabaya Diberhentikan

SURABAYA — Pemkot Surabaya memberhentikan dua pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu ...