Sabtu
05 September 2026 | 12 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nganjuk Raih Anugerah Desa Membangun Indonesia

bupati-taufiq-anugerah-bangun-desa

bupati-taufiq-anugerah-bangun-desaNGANJUK – Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Nganjuk mendapatkan apresiasi Pemerintah Republik Indonesia. Apresiasi itu diwujudkan dalam pemberian anugerah Desa Membangun Indonesia dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk Pemkab Nganjuk.

Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman mengatakan, penghargaan ini adalah bentuk apresiasi dari pemerintah pusat atas kinerja Pemkab Nganjuk. Menurut dia, penghargaan ini tidak berarti apa-apa tanpa dukungan, kerja sama, dan partisipasi maksimal dari seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk.

“Teristimewa pada seluruh aparat pemerintah mulai dari tingkat dusun, desa, kecamatan hingga kabupaten,” kata Taufiq, kemarin.

Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Nganjuk ini menambahkan, berbagai penghargaan yang diterima Pemkab Nganjuk, termasuk penghargaan Adipura beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa apa yang direncanakan, dikelola dan dicapai oleh pemerintah setempat mendapatkan apresiasi dari pusat.

Dia berharap penghargaan yang diterima Pemkab Nganjuk selama ini tidak menjadikan semua jajaran terlena. Tapi harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi.

“Terus bekerja dan berkarya untuk memantapkan Kabupaten Nganjuk menjadi yang terdepan dalam pengelolaan ekonomi produktif berbasis kerakyatan,” ujarnya.

Sementara, Menteri Desa Marwan Jafar mengatakan, penerima penghargaan ADMI ini meliputi gubernur terbaik, bupati terbaik, serta kepala desa dan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) terbaik se-Indonesia.

“ADMI ini adalah bentuk apresiasi kepada pemerintah desa, kabupaten, dan provinsi dalam   mengimplementasikan UU Desa, serta bentuk keberpihakan terhadap kemajuan desa melalui anggaran dan program kegiatan,” kata Marwan Jafar.

Dalam pemberian anugerah ini, panitia ADMI melakukan verifikasi data program dan kebijakan yang telah dibuat oleh 33 provinsi dan 434 kabupaten/kota se-Indonesia, serta mengkompilasi dengan data penyaluran dan penggunaan Dana Desa di 74.093 Desa.

Kementerian Desa PDTT telah memiliki data serapan Dana Desa seluruh Indonesia lengkap, termasuk   penggunaannya. Hal ini menjadi salah satu komponen penilaian panitia untuk menentukan Desa-Desa terbaik.

Ada 8 kategori penghargaan ADMI yang diberikan, meliputi kategori gubernur sebagai provinsi terbaik dalam Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Kategori ini mengukur Provinsi mana saja yang memberikan Alokasi Anggaran untuk Desa, kemudian aktifitas program kegiataan provinsi yang nyata di desa, serta regulasi atau kebijakan yang mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Kemudian ada tiga kategori bupati, meliputi pembina kabupaten terbaik dalam   Perencanaan Pembangunan Desa, Pembina Kabupaten Terbaik dalam Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa, Pembina Kabupaten Terbaik dalam Regulasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Sementara, Kepala Desa terdapat tiga kategori, yakni Desa Terbaik dalam penguatan, pembangunan dan pemberdayaan desa; Desa terbaik dalam prioritas penggunaan Dana Desa yang padat karya desa; serta Desa terbaik dalam percepatan pemanfaatan Dana Desa dan pendayaan potensi lokal.

Kementerian Desa PDTT juga memberikan penghargaan kepada Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Terbaik Pembangunan dan PemberdayaanMasyarakat Desa. KPMD merupakan masyarakat Desa setempat yang memiliki jiwa sukarelawan dalam mengabdi untuk pengembangan Desanya.

Kegiatan Anugerah Desa Membangun Indonesia ini merupakan rangkaian dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sosialisasi Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat Desa . Acara ini juga mengundang kementerian/lembaga lain, meliputi Kemenko PMK, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Bappenas, BPK, Komisi V DPR RI, serta para Gubernur, Bupati, perwakilan camat, dan kepala Desa dengan jumlah total 1.500 orang.

Rakornas tersebut juga membahas kebijakan pemberdayaan masyarakat desa, pengelolaan, pertanggungjawaban, dan pengawasan   penggunaan   Dana   Desa, sekaligus membahas masalah-masalah   yang   dihadapi   pemerintah   daerah   dalam mengimplementasikan UU Desa. (endy)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...