Sabtu
29 Agustus 2026 | 9 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Naskah Kuno Bukan Jimat, Bupati-Wakil Bupati Gresik Kumpulkan Budayawan dan Ahli Sejarah

IMG-20210528-WA0030_copy_1200x676

GRESIK – Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah mengajak berbagai pihak untuk mengumpulkan naskah kuno. Sebab naskah kuno mengandung kesejarahan dan nilai-nilai luhur, bukan jimat seperti anggapan sebagian masyarakat. 

Untuk merawat warisan budaya, Bupati dan Wabup mengajak para budayawan, ahli sejarah dan pemerhati naskah kuno diskusi bersama.

Tujuannya, menggali dan merawat warisan budaya yang masuk kategori naskah kuno. Karena hal itu merupakan harta karun yang harus dijaga untuk masa depan generasi yang akan datang.

Atas dasar itu Bupati Gus Yani menekankan kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan tentang pentingnya kearsipan. Menjaga dan merawat harta karun yang tak ternilai.

“Jangan sampai arsip penting dan naskah kuno menjadi barang rongsokan. Tolong pihak komunitas pemerhati dan dinas kearsipan dan perpustakaan bisa menyelamatkan hal ini,” kata Gus Yani, Jumat (28/5/2021).

Bupati yang pada pilkada lalu diusung PDI Perjuangan ini mengusulkan, diskusi penting seperti ini bisa dilaksanakan di tempat bersejarah. Misalnya, di komplek makam Leran, Komplek Giri Kedaton dan tempat tempat bersejarah yang lain.

Sementara Wabup Aminatun Habibah berharap kegiatan ini akan membuka kebaikan Gresik masa lalu untuk pembelajaran pada generasi di masa depan.

“Selama ini kalau kita ingin mengetahui sejarah, justru kita mendapatkan data arsip dari luar negeri. Pemerintah Belanda, Inggris dan Jerman yang menyimpan naskah-naskah kuno kita,” ujar Bu Min.

Bu Min, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyelamatan naskah kuno di Ponpes Qomarudin Bungah. Dan sudah dilaksanakan digitalisasi naskah kuno tersebut.

“Kami dibantu oleh teman-teman di Jakarta saat itu,” imbuh perempuan yang juga sebagai salah satu pemangku PP Qomaruddin Bungah.

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Gresik Siti Jaiyaroh, menyatakan, kegiatan ini untuk mensukseskan program Nawa Karsa Bupati Gresik yaitu Gresik Lestari.

Kegiatan ini merupakan tahap awal yang merupakan upaya kami untuk melestarikan naskah kuno tentang keagamaan, kebudayaan dan social yang tercecer di masyarakat.

“Banyak sekali naskah kuno yang berada dan tercecer di masyarakat. Bahkan mereka beranggapan, bahwa naskah kuno tinggalan masa lalu itu dianggap sebagai jimat. Untuk itu kami saat ini mengumpulkan para tokoh masyarakat yang selama ini menggeluti sejarah masalalu dan naskah kuno Gresik,” tandas Jaiyaroh. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pucanglaban Dikukuhkan, Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengukuhkan pengurus Ranting dan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Ajak Generasi Muda Terlibat Kelola Sampah

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus melakukan sosialisasi dan mengajak berbagai elemen ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Senori, Minta Pemkab Tak Lambat Respon Kekeringan

TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menerjunkan tim Badan Penanggulangan Bencana ...
KRONIK

Posko Baguna Berbagi Ratusan Kotak Makanan untuk Muktamirin dan Warga

JOMBANG – Ratusan kotak makanan dan minuman dibagikan relawan Posko Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI ...
KRONIK

Warga Gresik Kirim Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT

GRESIK – Kepedulian Kabupaten Gresik terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan dengan ...
KRONIK

Sunyoto Gelar Reses di Badegan, Warga Usul Infrastruktur Jalan dan Talud Jadi Prioritas Utama

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Sunyoto, menggelar reses di kediamannya, Desa ...