Selasa
21 April 2026 | 5 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Monev Bansos di Lumajang, Umar Bashor: 23 Ribu KPM Belum Terima Bantuan

IMG-20220202-WA0004_copy_1200x676_1

LUMAJANG – Anggota Komisi VIII DPR RI, Umar Bashor melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait percepatan penyaluran bantuan sosial BPNT reguler, bansos sembako PPKM dan PKH di Kantor BNI Lumajang, Rabu (2/2/2022).

Dalam monev tersebut, Umar Bashor didampingi perwakilan dari Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Kabupaten Lumajang serta pihak BNI sebagai penyalur bantuan sosial.

Dalam sambutannya, Umar Bashor mengatakan bahwa monev tersebut dilakukan karena banyaknya anggaran yang masih belum terserap. Setidaknya, ada sekitar Rp 2,8 trilliun. Dana itu pada bidang Dirjend Penanganan Fakir Miskin, khususnya pada program BNPT dan PKH.

“Dari data yang saya terima, untuk wilayah Kabupaten Lumajang sebanyak 23 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum tersalur. Saya pikir ini merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendasar bagi masyarakat yang kurang mampu,” ungkap Umar, sapaan akrabnya.

Meski demikian, menurut Umar, Kementerian Sosial dibawah pimpinan Tri Rismaharini menyanggupi untuk menyelesaikan pada akhir Februari mendatang.

Oleh karena itu, Kementerian Sosial juga mengajak seluruh anggota Komisi VIII DPR RI untuk turun langsung melakukan monitoring serta melakukan evaluasi di wilayah masing-masing.

“Saya khawatir, anggaran ini tidak terserap dan tidak terealisasi sampai batas waktu yang ditentukan. Tapi saya yakin, BNI dan Dinsos Lumajang dapat menyelesaikan tepat waktu,” tambahnya.

Umar menjelaskan, kegiatan tersebut juga merupakan dalam rangka menjalankan fungsi pengawasannya sebagai tugasnya anggota DPR RI. Sehingga permasalahan yang timbul selama ini dapat diketahui penyebabnya dan dapat segera lakukan langkah strategis dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Umar Bashor melihat serta meninjau secara langsung mulai dari penyaluran KKS kepada KPM hingga proses pencairan melalui agen 46. Dalam kesempatan tersebut pula, Umar Bashor juga melihat terdapat KPM yang sekaligus cair 8 bulan dan ada pula yang masih saldo 0 (nol) rupiah.

“Artinya apa, beberapa KPM yang sudah lama tidak dapat, alhamdulillah hari ini sekaligus langsung cair semuanya. Namun juga masih ditemui KPM yang kartu KKS-nya masih bersaldo nol,” terangnya.

Atas temuan tersebut, Umar meminta supaya KKS yang bersaldo nol supaya segera ditindaklanjuti dan mencari sumber permaslahannya. Sehingga, nantinya anggaran dari kementerian sosial bisa terserap dan terealisasi dengan maksimal. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Renny Pramana: Semangat Kartini Harus Pastikan Perempuan Tuntas Pendidikan dan Berdaya

Renny Pramana menegaskan semangat Kartini harus memastikan perempuan tidak hanya mendapat akses, tetapi juga ...
KABAR CABANG

Inda Raya: Perempuan Harus Tingkatkan Kapasitas, Berani Bersuara dan Ambil Peran

Inda Raya menegaskan perempuan harus meningkatkan kapasitas, berani bersuara, dan mengambil peran strategis dalam ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong UMKM Perikanan Terintegrasi, Tak Cukup Produksi Saja

Erma Susanti dorong UMKM perikanan Blitar terintegrasi dari produksi hingga pasar, manfaatkan peluang program MBG. ...
KABAR CABANG

Gus Ipin Minta PAC PDIP Trenggalek Turun Langsung Atasi Kemiskinan

Gus Ipin menegaskan PAC PDIP Trenggalek harus menjadi pelayan masyarakat, fokus pada penanggulangan kemiskinan dan ...
HEADLINE

Hari Kartini 2026, Megawati Tegaskan Perempuan Jadi Cahaya Peradaban

Megawati Soekarnoputri menegaskan perempuan sebagai cahaya peradaban bangsa dalam peringatan Hari Kartini 2026. ...
PEREMPUAN

Puan Maharani: Perempuan Indonesia Harus Ikut Rancang Ruang Pengambilan Keputusan

Puan Maharani menegaskan perempuan harus ikut merancang ruang pengambilan keputusan agar perspektif perempuan hadir ...