DPC PDI Perjuangan Bondowoso menyalurkan bantuan air bersih dan sembako kepada warga terdampak kekeringan di 13 desa pada sembilan kecamatan. Aksi sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026.
BONDOWOSO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso menyalurkan bantuan air bersih dan sembako kepada warga yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bondowoso. Aksi sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang digelar sepanjang Juni 2026.
Bantuan diberikan menyusul meluasnya krisis air bersih di sejumlah desa akibat musim kemarau yang mulai melanda wilayah Bondowoso.
Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Sudrajad, mengatakan pihaknya menggerakkan kader partai untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Beberapa titik di Bondowoso hampir setiap tahun mengalami krisis air bersih. Bertepatan dengan Bulan Bung Karno, kami menggerakkan kader untuk membantu warga dengan menyalurkan air bersih dan sembako,” kata Sinung, Sabtu (6/6/2026).
Berdasarkan data pemerintah daerah, kekeringan saat ini melanda 13 desa yang tersebar di sembilan kecamatan. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di Dusun Sumberbiru, Desa Klabang, Kecamatan Klabang.
Di kawasan tersebut, sebagian warga bahkan terpaksa memanfaatkan air sungai yang keruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat terbatasnya akses terhadap air bersih.
Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk bergerak membantu warga, termasuk melalui distribusi bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.
Selain bantuan dari berbagai elemen masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga melakukan distribusi air bersih ke sejumlah desa terdampak. Di Kecamatan Klabang, pasokan air bersih disalurkan ke Desa Blimbing dan Desa Karanganyar dengan total distribusi mencapai 10 ribu liter per hari. Masing-masing desa menerima bantuan sebanyak 5 ribu liter.
Pemerintah daerah juga telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan melalui Surat Keputusan Bupati Bondowoso Tahun 2026.
Status tersebut mencakup sembilan kecamatan terdampak dengan total 13 desa, 20 dusun, dan sekitar 1.784 kepala keluarga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Menurut Sinung, kegiatan sosial yang dilakukan kader PDI Perjuangan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau berlangsung.
“Kami ingin hadir bersama masyarakat, terutama saat mereka menghadapi persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kondisi kekeringan yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Bondowoso juga menjadi pengingat pentingnya langkah mitigasi jangka panjang, terutama di daerah yang hampir setiap tahun mengalami krisis air bersih saat musim kemarau tiba.
Pemerintah daerah bersama berbagai elemen masyarakat diharapkan terus memperkuat upaya penanganan dan antisipasi agar dampak kekeringan terhadap warga dapat diminimalkan pada tahun-tahun mendatang. (art/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










