TANZANIA – Ketua DPR RI Puan Maharani berharap Milton Dick, yang terpilih sebagai Presiden ke-32 Inter-Parliamentary Union (IPU), mampu memperkuat peran parlemen dunia dalam menghadapi tantangan geopolitik, ekonomi, dan sosial yang semakin kompleks.
Milton Dick, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Australia, terpilih untuk masa jabatan 2026–2029 setelah memenangi pemungutan suara dalam Sidang Umum IPU ke-153 di Arusha, Tanzania, Jumat (9/10/2026). Ia memperoleh 56 persen suara, mengungguli Ketua Parlemen Azerbaijan Sahiba Gafarova yang meraih 33 persen, serta Senator Chile Rojo Edwards Silva.
Puan yang mengikuti langsung proses pemilihan tersebut menyampaikan selamat kepada Milton Dick. Ia berharap kepemimpinan baru IPU menghadirkan terobosan dan inovasi untuk memperkuat kontribusi parlemen dalam menjawab persoalan global.
“Selamat kepada Yang Terhormat, Ketua DPR Australia Milton Dick yang terpilih sebagai Ketua IPU ke-32. Kami menantikan gebrakan dan inovasi Mr Milton Dick dalam memimpin IPU,” ucap Puan.
Menurut Puan, peran IPU semakin penting di tengah dinamika global yang tidak menentu. Forum parlemen dunia tersebut perlu memperkuat kontribusi dalam merespons persoalan geopolitik sekaligus berbagai tantangan ekonomi dan sosial budaya yang berdampak pada masyarakat.
“Hal ini mengingat peran sentral IPU yang perlu semakin ditingkatkan dalam menangani isu-isu geopolitik yang semakin kompleks serta semakin besar,” ujarnya.
Puan juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden IPU sebelumnya, Tulia Ackson dari Tanzania, atas kepemimpinannya selama tiga tahun.
Dalam rangkaian Sidang Umum IPU ke-153, Puan menegaskan bahwa parlemen memiliki tanggung jawab menghubungkan kedaulatan rakyat dengan penyelenggaraan kekuasaan negara.
Menurutnya, fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan harus memastikan aspirasi masyarakat diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang memberikan manfaat nyata.
“Parlemen adalah institusi yang harus mengubah suara rakyat menjadi hukum, anggaran, pengawasan, dan kebijakan publik,” tuturnya.
Ia mengingatkan, keberhasilan parlemen tidak cukup diukur dari kebijakan yang tampak baik di atas kertas. Kebijakan tersebut harus benar-benar bekerja dalam kehidupan masyarakat.
Puan juga mendorong penguatan kerja sama antarparlemen untuk mendukung multilateralisme, perdamaian, pembangunan berkelanjutan, serta tata kelola global yang lebih demokratis dan adil.
“Kita harus memastikan globalisasi tidak memisahkan ekonomi dari demokrasi, teknologi dari etika, pertumbuhan dari keadilan, serta kekuasaan dari akuntabilitas,” tegasnya.
Melalui IPU, Puan berharap parlemen berbagai negara dapat memperkuat kerja sama untuk membangun tatanan global yang tidak hanya saling terhubung, tetapi juga lebih adil dan manusiawi.
Kehadiran Puan dalam Sidang Umum IPU ke-153 juga menjadi bagian dari diplomasi parlemen Indonesia. Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri menjelaskan, partisipasi Ketua DPR RI tersebut berkaitan dengan pemilihan Presiden IPU yang berlangsung setiap tiga tahun sekali.
Menurut Irine, kehadiran Puan sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap proses pemilihan dan solidaritas kepada para kandidat.
Dalam agenda di Arusha tersebut, Puan didampingi Irine, anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia, serta Duta Besar RI untuk Tanzania Tri Yogo Jatmiko. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












