Menengok Militansi Peserta Diklat Pratama DPC Ngawi, dari yang Hamil Muda, Kakek 6 Cucu, dan 33 % Cakader Perempuan

 41 pembaca

NGAWI – Menjelmanya Kabupaten Ngawi sebagai kandang Banteng hingga beberapa dekade ini tak lepas dari semangat dan daya juang para kader dan anggotanya. Tengok saja bagaimana militansi sejumlah calon kader (cakader) yang dalam kondisi tubuh kurang ideal, tetap bersemangat mengikuti kerasnya Pendidikan dan Pelatihan (diklat) Kader Pratama seperti reportase pdiperjuangan.com dari tempat acara.  

Hawa dingin menyeruak menyelimuti malam di kawasan Agro Tecno Park Ngrambe, lokasi Pendidikan dan pelatihan (diklat) Kader Pratama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi.

Dalam aula ruang kelas itu, puluhan orang berseragam merah sibuk mencecap ilmu yang dibagikan pemateri. Menyelami nalar kritis, memperkuat ideologi.

Di antara 60 orang peserta, duduk wanita muda yang tengah berbadan dua. Mengandung bukan halangan untuk tetap belajar, dididik untuk menjadi kader yang lahir batinnya PDI Perjuangan.

“Kapan lagi kalau tidak sekarang, mumpung diberikan kesempatan untuk belajar menjadi kader PDI Perjuangan agar makin solid,” kata Sukma Mutiara Sani, peserta yang tengah hamil sebagai delegasi sayap partai BMI, usai mengikuti materi kelas pada Sabtu malam (7/8/2022).

Berita terkait: Diklat Pratama DPC Ngawi, 60 Peserta Digembleng jadi Penjaga Marwah Partai

Sukma mengaku usia kandungannya kini sudah memasuki 4 bulan. Kendati begitu, dirinya mengaku tidak gentar belajar, digembleng tiga hari dua malam pada Diklat Kader Pratama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi.

“Harapan ke depan semoga bisa memberikan manfaat bagi PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, menjadi kader yang militan, demi menyongsong kemenangan,” harapnya lugas.

Perempuan Berpartai

Keterwakilan perempuan pada Diklat Kader Pratama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi bikin bangga. Dari 60 peserta, 20 diantaranya adalah perempuan, atau 33 persen dari total keseluruhan.

Salah satunya David Ririn Puji Lestari, perempuan muda asal Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Ngawi. Ia mengaku senang dapat berpartisipasi mengikuti Diklat Kader Pratama. Salah satu alasannya, menambah relasi dalam ber-PDI Perjuangan.

“Tentu saja senang, punya banyak teman, dapat pengetahuan yang mendalam tentang PDI Perjuangan,” ujar Ririn.

Ririn yang pengurus PAC Karangjati itu bertekad, pasca mengikuti Diklat Kader Pratama, dirinya ingin mengajak sebanyak-banyaknya perempuan agar turut serta berpartai, gabung dengan PDI Perjuangan. Apalagi, kemantapannya makin bulat setelah mengikuti sesi materi dari Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jatim, Deni Wicaksono.

“Intinya semakin mendalami apa itu partai, dalam penjelasan dari Pak Deni Wicaksono, kami jadi lebih paham, dan mudah dimengerti. Kedepannya saya ingin mengajak perempuan ikut gabung PDI Perjuangan,” harapnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga ingin jalinan silaturahmi alumni Diklat Kader Pratama Ngawi terus terjaga. Bisa terus tersambung, dan saling menguatkan, demi mewujudkan cita-cita Hatrick di Pemilu tahun 2024.

Belajar Dari Ludiono, Usia Bukan Alasan Berhenti Belajar

Bagi Ludiono, pengurus PAC Kedunggalar salah satu peserta Diklat Kader Pratama DPC Ngawi, usia bukan menjadi alasan untuk berhenti belajar. Pria ramah bercucu 6 tersebut, tetap semangat mengikuti pendidikan kader secara penuh, meskipun sudah tidak muda lagi.

“Usia baru 70 tahun,” kata Ludiono terkekeh, saat ditemui usai mengikuti sesi materi.

Usia sepuh tidak menjadi hambatan Ludiono untuk mengikuti Diklat Kader Pratama. Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PAC Karangjati itu mengaku sudah kadung cinta dengan PDI Perjuangan.

“Jiwa Handarbeni. Jiwa yang merasa memiliki, mempunyai, mengayomi, dan memelihara agar tetap subur. Sudah mendarah daging PDI Perjuangan,” ujar Ludiono.

Selama mengikuti Diklat Kader Pratama, Ludiono mengaku terpacu dengan semangat kawan-kawan seangkatan yang masih muda-muda. Tidak mau menyerah, meski tubuh kadang pegal-pegal karena usia, saat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, dari subuh hingga tengah malam.

“Yang penting untuk kawan-kawan yang masih muda-muda itu, jadilah kader yang militan. Ilmu yang didapatkan, gunakan dan terapkan saat praktik di lapangan. Dan yang paling penting, ajaran Bung Karno yang telah disampaikan para mentor, jangan berhenti pada pemikiran, tapi terapkan pada kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Berita terkait: DPC Ngawi Gelar Diklat Pratama, Daniel Rohi: Pertama di Jatim Tahun 2022

Ludiono pun juga mengaku sangat terinspirasi dengan Daniel Rohi, salah satu mentor. Ludiono cukup terkesan dengan paparan materi pelajaran dari Kepala Badiklatda DPD Jatim itu.

“Di samping Pak Daniel Rohi yang sangat-sangat militan itu, beliau ternyata juga seorang dosen. Pemaparan materi sangat luar biasa. Mudah dicerna, bahkan oleh saya,” ujarnya.

Menuai Apresiasi dari Kepala Sekolah Partai DPD Jatim

Kepala Sekolah Partai DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bambang Juwono memberikan apresiasi atas terselenggaranya Diklat Kader Pratama di Kabupaten Ngawi. Pria yang juga ketua DPC Ponorogo itu sangat menghargai hadirnya sejumlah peserta didik dengan keadaan khusus.

“Ada peserta yang sedang hamil, dan sudah sepuh. Tentu saja kami sangat menghargai kehadiran mereka,” ujar Bambang Juwono, saat dimintai tanggapan.

Bambang Juwono berpandangan, hadirnya sejumlah peserta dengan berbagai keadaan khusus tersebut menjadi bukti bahwa apa yang dilakukan PDI Perjuangan menarik bagi masyarakat. Terkhusus pada pemahaman mendalam tentang partai berlambang Banteng Moncong Putih tersebut.

“Kita sampaikan materi sebagaimana pendidikan kader, sesuai dengan kurikulum Badiklatda DPD Jatim. Dan kita apresiasi, walaupun sudah ibu-ibu, dan ada yang sepuh, tetapi tidak kehilangan semangat untuk mendalami kaderisasi di PDI Perjuangan,” ujarnya.

Di antara peserta Diklat Kader Pratama Ngawi, sejumlah milenial perempuan juga turut hadir menjadi peserta. Bambang Juwono turut memberikan sambutan gembira. Terlebih, bagi kaum-kaum muda umumnya tidak memiliki perhatian lebih pada nilai-nilai Pancasila.

“Pasca mengikuti Diklat, ideologi partai ini juga harus disampaikan kepada teman-teman sebayanya, bahwa hasil pelatihan ini ada hal yang positif untuk pengembangan diri, mencintai NKRI, mempunyai jiwa Nasionalisme, punya tugas mulia untuk mempertahankan empat pilar kebangsaan sebagai kader partai,” tandas Bambang Juwono.

Pendidikan Kader Pratama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi dilaksanakan di Agro Tecno Park Ngrambe. Pendidikan untuk mencetak kader militan itu dilaksanakan selama tiga hari, sejak Jumat, tanggal 5 Agustus 2022, dan berakhir pada Minggu malam 7 Agustus 2022. (mmf/hs)