DPC Ngawi Gelar Diklat Pratama, Daniel Rohi: Pertama di Jatim Tahun 2022

 59 pembaca

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Ngawi melalui Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) menggelar kaderisasi tingkat pratama, Jumat sampai Minggu (5-7/8/2022). Kepala Badiklat Daerah Jatim, Daniel Rohi menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan diklat yang digelar pertama kali di Jatim pada tahun ini.  

Apresiasi diberikan bukan tanpa alasan. Sebab, DPC Ngawi yang pertama kali menyelenggarakan Diklat Kader Pratama, se-Jawa Timur pada tahun 2022 secara mandiri.

“Pertama kami sangat apresiasi kepada DPC Kabupaten Ngawi, sebab Ngawi adalah yang pertama melaksanakan Diklat Kader Pratama se Jawa Timur pada tahun 2022,” kata Daniel kepada pdiperjuangan-jatim.com usai membuka acara, Jumat (5/8).

Perlu diketahui, pelaksanaan Diklat Kader Pratama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi diikuti sebanyak 60 orang peserta. Dimana peserta berasal dari struktural PAC, Badan, dan Sayap Partai. Diklat dilaksanakan di Agro Tecno Park Ngrambe selama tiga hari.

Daniel yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut, turut mengapresiasi dengan keterwakilan perempuan yang menjadi peserta Diklat Kader Pratama. Terhitung dari 60 orang peserta, lebih dari 30 persen di antaranya adalah perempuan.

“Dan ini menjadi satu hal yang menggembirakan bagi kita, berarti ada banyak kader perempuan Ngawi yang siap terlibat aktif untuk membesarkan PDI Perjuangan,” ulas Daniel.

Daniel menjelaskan, melalui Diklat Kader Pratama tersebut bertujuan untuk menyiapkan person-person yang siap untuk menjadi prajurit partai. Yang menjadi ujung tombak partai di tengah masyarakat.

Output dari pendidikan ini, dijelaskan Daniel, para kader nantinya akan mantap secara ideologis, berkarakter, dan kompeten.

“Para peserta kita bekali dengan pemahaman ideologi yang kuat, serta pengalaman pemetaaan di medan juang,” jelas Daniel.

Dari tujuan tersebut, termanifestasi pada beragam materi yang diberikan. Seperti analisa sosial, berikut dengan tindak lanjut studi kasus, agar kader-kader ini nantinya akan siap ketika ditugaskan di teritorial masing-masing.

“Peserta harus serius, mengikuti dengan penuh disiplin. Karena semua kegiatan ini sudah kita desain, outputnya kader harus ideologis, berkarakter, dan kompeten,” pungkas Daniel Rohi. (mmf/hs)