Dr. Sholikh Al Huda*
MEGAWATI Soekarnoputri adalah salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah politik Indonesia modern. Putri Proklamator Soekarno ini bukan sekadar pewaris trah politik, tetapi juga simbol keteguhan dan keteduhan kepemimpinan.
Di tengah dinamika politik yang sering diwarnai turbulensi, Megawati tampil sebagai sosok yang mampu menjaga stabilitas dan mengutamakan kepentingan nasional. Keberadaannya dalam panggung politik Indonesia selama lebih dari empat dekade menjadikannya ikon perempuan yang tidak hanya dihormati, tetapi juga dicintai oleh sebagian besar rakyat Indonesia.
Kecintaan rakyat terhadap Megawati tidak lahir secara instan. Ia tumbuh melalui perjalanan panjang yang penuh ujian. Pada era Orde Baru (Orba), Megawati pernah merasakan tekanan politik luar biasa ketika PDI yang ia pimpin dibubarkan oleh kekuatan rezim.
Peristiwa Kudatuli 1996 menjadi titik balik yang memperlihatkan keberaniannya menghadapi represi. Alih-alih mundur, Megawati justru bangkit dan memimpin gerakan politik yang kemudian melahirkan PDI Perjuangan. Sikapnya yang tetap tenang, namun tegas membuat banyak rakyat melihatnya sebagai figur pemersatu yang tidak mudah digoyahkan.
Saat menjabat Presiden Republik Indonesia (2001–2004), Megawati dikenal sebagai pemimpin yang mengutamakan stabilitas, keamanan dan penataan kembali institusi negara. Di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih pasca-krisis 1998, ia menolak langkah-langkah populis yang berisiko, dan memilih kebijakan yang realistis.
Meskipun sering dianggap pendiam di ruang publik, Megawati memiliki kemampuan membaca arah geopolitik yang kuat, terutama terkait isu kedaulatan dan hubungan internasional. Banyak pihak menilai keberhasilannya menjaga stabilitas negara pada periode transisi sebagai fondasi penting bagi proses demokratisasi selanjutnya.
Sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati juga menunjukkan kualitas kepemimpinan yang konsisten. Di bawah komandonya, partai ini menjadi salah satu kekuatan politik terbesar di Indonesia. Ia melahirkan banyak pemimpin daerah dan nasional yang kemudian menonjol, termasuk Presiden Joko Widodo.
Keberhasilannya membangun kaderisasi politik adalah bukti bahwa kepemimpinan Megawati tidak hanya administratif, tetapi juga visioner. Ia mampu menyambungkan memori historis perjuangan Soekarno dengan tantangan kebangsaan masa kini.
Megawati dicintai rakyat bukan hanya karena garis keturunannya, tetapi karena keteguhan karakter. Ia bukan tipe pemimpin yang tampil dengan retorika tinggi, melainkan sosok yang berbicara seperlunya, namun bekerja sepenuh hati. Gesturnya yang sederhana, kedekatannya dengan budaya, dan komitmennya terhadap ideologi kebangsaan menjadikannya figur ibu bangsa (mother figure) bagi banyak kalangan.
Meski era politik terus berubah dan generasi berganti, pesona Megawati tetap bertahan. Ia menjadi simbol bahwa perempuan dapat memimpin dengan wibawa dan kebijaksanaan. Keberadaannya dalam panggung politik Indonesia adalah cermin keteguhan seorang Srikandi yang menjaga marwah bangsa.
Di tengah perdebatan politik hari ini, Megawati Soekarnoputri tetap berdiri sebagai salah satu tokoh yang dihormati dan dicintai rakyat Indonesia. Dedikasi, komitmen dan konsistensinya telah menempatkannya sebagai Srikandi politik yang mewarnai perjalanan demokrasi negeri ini.
*Pengkaji di Soekarno Studies
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













