Senin
26 Oktober 2026 | 8 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ony Setiawan Tanam Sorgum di Tuban, Jawab Tantangan Pangan dan Iklim Kering

pdip-jatim-ony-setiawan-030621

Ony Setiawan tanam sorgum di Tuban sebagai solusi ketahanan pangan, adaptasi iklim kering, dan peluang ekonomi baru bagi petani.

TUBAN — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Ony Setiawan memulai gerakan penanaman sorgum di Kabupaten Tuban sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjawab tantangan kondisi lahan kering di wilayah tersebut.

Gerakan ini merupakan tindak lanjut instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang mendorong diversifikasi pangan melalui pengembangan komoditas pendamping beras.

Menurut Ony, pemilihan sorgum bukan tanpa alasan. Tanaman ini dinilai paling adaptif terhadap karakter geografis Tuban yang didominasi tanah berkapur dan minim air.

“Sorgum ini hanya membutuhkan air jauh lebih sedikit dibanding padi atau jagung. Sangat cocok dengan kondisi Tuban,” jelas Ony Setiawan di Surabaya, Rabu (22/3/2026).

Jawaban atas Ancaman Krisis Pangan

Legislator yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban ini menegaskan, pengembangan sorgum menjadi penting di tengah ancaman krisis pangan dan perubahan iklim yang mulai dirasakan petani.

Ketergantungan pada beras dinilai harus mulai dikurangi dengan mendorong pangan alternatif yang lebih tahan terhadap kondisi ekstrem.

“Sorgum bisa menjadi solusi nyata, bukan hanya sebagai pengganti beras, tetapi juga untuk menjaga ketersediaan pangan jangka panjang,” ujarnya.

Potensi Ekonomi dan Multiguna

Selain kuat dari sisi ketahanan pangan, sorgum juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena seluruh bagiannya bisa dimanfaatkan.

Bulirnya dapat diolah menjadi beras maupun tepung, sementara batang dan daun bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak hingga bahan energi alternatif.

“Sorgum ini multiguna. Bisa untuk pangan, pakan, bahkan energi,” papar Ony.

Keunggulan lain, tanaman ini dapat dipanen berulang (ratoon) hingga dua sampai tiga kali dalam satu kali tanam, sehingga lebih efisien bagi petani.

Dorong Hilirisasi dan Industri Lokal

Ony juga melihat peluang besar pengembangan industri berbasis sorgum di Tuban, mulai dari tepung hingga produk olahan lainnya.

Menurutnya, langkah ini penting agar daerah tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi mampu menciptakan nilai tambah ekonomi.

“Kalau ini berkembang, akan muncul industri baru dan membuka peluang usaha bagi masyarakat,” katanya.

Saat ini, sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Jombang, Lamongan, dan Pasuruan mulai mengembangkan produk turunan sorgum.

Langkah yang dilakukan di Tuban diharapkan mempercepat penguatan kedaulatan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pemkot Surabaya Tekan Polusi Udara Lewat Kereta SRL dan Pembatasan Truk

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan penanganan polusi udara pada dua kebijakan kunci, yakni ...
KABAR CABANG

Widarto: Mitigasi Bencana Lebih Penting daripada Besarnya Anggaran

JEMBER – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Widarto, mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar mewaspadai ...
LEGISLATIF

Cegah Kendaraan Masuk Jurang, Diana Sasa Dorong Jalur Darurat Sarangan–Tawangmangu

Diana Sasa mendorong pembangunan jalur penyelamat darurat di Sarangan–Tawangmangu untuk mencegah kecelakaan fatal, ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Dorong UMKM dan Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat Tuban

TUBAN – Potensi sumber daya alam Kabupaten Tuban perlu digali melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah ...
KABAR CABANG

Armuji Ajak Anak Muda Surabaya Berani Kritik Pemerintah Tanpa Takut Intimidasi

SURABAYA – Anak muda Surabaya diminta tidak takut menyampaikan kritik terhadap kebijakan politik maupun ...
KRONIK

Erma Hadiri Syukuran Petik Padi, Serahkan Bantuan Kultivator pada Poktan Remaja Desa Bungur

TULUNGAGUNG – Anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, menghadiri syukuran petik padi di Desa ...