Minggu
31 Mei 2026 | 5 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati: Indonesia Harus Berani Ubah Tata Pikir Dunia yang Masih Dikuasai Negara Veto

pdip jatim 251101 msp 1

BLITAR – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, menegaskan perlunya perubahan mendasar dalam tata pikir global agar semua negara memiliki kedudukan yang setara di dunia internasional.

Hal tersebut dia sampaikan dalam peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar di Museum Bung Karno, Kompleks Makam Bung Karno, Kota Blitar, Sabtu (1/11/2025).

Dalam pidatonya, Megawati mengkritik sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang hingga kini dianggapnya masih kuno karena hanya segelintir negara memiliki hak veto. Yakni Tiongkok, Rusia, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

“PBB itu kuno. Karena yang memiliki hak veto hanya beberapa negara saja. Seharusnya semua negara anggota punya hak dan peran yang sama,” ujar Megawati di hadapan para peserta.

Baca juga: Megawati Jadi Keynote Speaker Peringatan 70 Tahun KAA, Hasto: Hidupkan Kembali Visi Internasional Bung Karno

Presiden RI ke-5 tersebut menilai, kondisi ini menunjukkan bahwa semangat kesetaraan antarbangsa yang dulu diperjuangkan lewat Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung belum sepenuhnya terwujud.

Dia menyerukan agar Indonesia berani mendorong perubahan tata dunia yang lebih adil dan berdaulat.

“Tata pikirnya harus diubah. Jangan sampai dunia masih dijajah oleh sistem yang timpang. Dulu Indonesia dijajah tiga setengah abad, dan kini jangan sampai dijajah dalam bentuk baru, lewat ketimpangan global,” tegasnya.

Pernyataan Megawati ini sekaligus menegaskan konsistensinya dalam menentang segala bentuk ketidakadilan global. Dia menilai, bangsa Indonesia harus tetap berontak secara intelektual dan diplomatik terhadap struktur internasional yang tidak adil.

Sekadar diketahui acara peringatan tersebut turut dihadiri Puti Guntur Soekarno, Romy Soekarno, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, jajaran fungsionaris DPP, DPD, dan DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur, serta Connie Rahakundini Bakrie, Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Negeri Saint Petersburg.

Hadir pula sejumlah akademisi, rektor perguruan tinggi, Bupati dan Wakil Bupati Blitar, serta perwakilan negara sahabat.

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi atas perjuangan bangsa-bangsa Asia-Afrika dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan, sekaligus ajakan untuk memperkuat solidaritas negara-negara Selatan Global menghadapi tantangan ketimpangan dunia modern. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PAC Se-Sidoarjo Tanam Bibit Sukun di 18 Kecamatan, Sambut Harlah Pancasila dan Bulan Bung Karno

SIDOARJO – Kader-kader PAC di berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo menggelar aksi tanam bibit pohon sukun di ...
HEADLINE

Pengurus PAC Se-Tuban Dilantik, Dapat Tugas Perdana Tanam Bibit Sukun

TUBAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur melantik jajaran kepengurusan PAC se-Kabupaten Tuban ...
KABAR CABANG

Perpaduan Budaya dan Modern Dance Warnai Pelantikan PAC PDIP Kota Kediri

Penampilan Tari Cakrawala Nusantara karya putri-putri kader PDI Perjuangan membuka pelantikan PAC se-Kota Kediri. ...
KRONIK

PDI Perjuangan Ponorogo Target Pertahankan Kemenangan dan Tambah Kursi di Pemilu 2029

PONOROGO – Wakabid Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bambang Yuwono, menegaskan pentingnya ...
EKSEKUTIF

Rijanto Akui Infrastruktur Jalan Jadi Pekerjaan Rumah Besar Pemkab Blitar

Bupati Blitar Rijanto mengakui perbaikan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar Pemkab Blitar. ...
KRONIK

Tari Bujang Ganong Buka Pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Ponorogo

PONOROGO – Tari Bujang Ganong tampil memukau sebagai pembuka dalam acara pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI ...