Sabtu
25 Juli 2026 | 3 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati: Imlek Jadi Perekat Keanekaragaman

pdip-jatim-Megawati-saat-di-ubaya

pdip-jatim-Megawati-saat-di-ubayaJAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan, tahun baru Imlek sudah bukan lagi sekadar budaya etnis Tionghoa. Presiden ke-5 RI ini berpendapat, Imlek justru menjadi salah satu perekat bagi keanekaragaman di Indonesia.

“Peringatan Imlek menjadi bagian dari jembatan persaudaraan seluruh warga bangsa dan cerminan bagaimana prinsip kebangsaan sungguh merasuk dalam sanubari rakyat,” kata Megawati, sebagaimana siaran pers DPP PDI Perjuangan, Senin (8/2/2016).

Saat menjabat Presiden RI, pada 2003 Megawati menetapkan hari raya Imlek sebagai hari libur nasional. Keputusan Megawati itu merupakan terusan dari keputusan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 mengenai pencabutan instruksi Presiden Soeharto pada tahun 1967 yang membatasi gerak kelompok Tionghoa.

Menurut Megawati, perayaan Imlek juga menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia bisa bersatu dalam kebhinnekaan. Imlek, jelas dia, menjadi fundamen yang kokoh bagaimana persatuan Indonesia hadir dengan seluruh keanekaragaman yang ada.

Sementara, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Imlek menjadi bagian hari besar yang dihormati bersama lengkap dengan seluruh tradisi kebudayaannya. Hal ini, jelas Hasto, tidak terlepas dari kepeloporan Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri.

Sedang di era Presiden Joko Widodo sekarang, kata Hasto, imlek menjadi salah satu momentum untuk mempercepat berbagai kerja untuk menghadapi persoalan yang ada. Menurutnya, imlek tahun ini yang memasuki tahun monyet api menjadi simbol untuk melahirkan berbagai pemikiran yang memuat solusi sekaligus memacu semangat kerja.

“Ini sejalan dengan tahun 2016 sebagai tahun monyet api. Kecerdikan, kelincahan, semangat, dan api perjuangan yang disimbolkan dengan monyet api tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa ini,” papar Hasto. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

30 Tahun Kudatuli, PDIP Tegaskan Tragedi 27 Juli Jadi Tonggak Lahirnya Reformasi 1998

PDI Perjuangan menegaskan tragedi Kudatuli 27 Juli 1996 menjadi tonggak lahirnya Reformasi 1998 dan bagian penting ...
KABAR CABANG

Penjaringan Calon Ketua Ranting se-Kecamatan Pagerwojo, Ratusan Gen Z dan Perempuan Muncul

TULUNGAGUNG – Penjaringan calon Ketua Ranting di 11 desa se-Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung berlangsung ...
EKSEKUTIF

Gedung Setda Kabupaten Kediri Kembali Beroperasi, Mas Dhito Minta Pelayanan Publik Lebih Maksimal

KEDIRI – Gedung Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kediri kembali difungsikan setelah rampung ...
KRONIK

Lewat RedTalks, PDI Perjuangan Jatim Ingin Serap Kritik dan Harapan Masyarakat

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menjadikan RedTalks sebagai ruang menyerap kritik, saran, dan harapan masyarakat ...
KRONIK

Sekjen PDI Perjuangan Soroti Melemahnya Independensi Lembaga Negara

JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai kualitas demokrasi Indonesia mengalami ...
KRONIK

Hasto: PDI Perjuangan dan NU Disatukan Sejarah Perjuangan Bangsa Sejak Era Bung Karno

JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan hubungan PDI Perjuangan dengan ...