Minggu
01 November 2026 | 7 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati: Imlek Jadi Perekat Keanekaragaman

pdip-jatim-Megawati-saat-di-ubaya

pdip-jatim-Megawati-saat-di-ubayaJAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan, tahun baru Imlek sudah bukan lagi sekadar budaya etnis Tionghoa. Presiden ke-5 RI ini berpendapat, Imlek justru menjadi salah satu perekat bagi keanekaragaman di Indonesia.

“Peringatan Imlek menjadi bagian dari jembatan persaudaraan seluruh warga bangsa dan cerminan bagaimana prinsip kebangsaan sungguh merasuk dalam sanubari rakyat,” kata Megawati, sebagaimana siaran pers DPP PDI Perjuangan, Senin (8/2/2016).

Saat menjabat Presiden RI, pada 2003 Megawati menetapkan hari raya Imlek sebagai hari libur nasional. Keputusan Megawati itu merupakan terusan dari keputusan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 mengenai pencabutan instruksi Presiden Soeharto pada tahun 1967 yang membatasi gerak kelompok Tionghoa.

Menurut Megawati, perayaan Imlek juga menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia bisa bersatu dalam kebhinnekaan. Imlek, jelas dia, menjadi fundamen yang kokoh bagaimana persatuan Indonesia hadir dengan seluruh keanekaragaman yang ada.

Sementara, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Imlek menjadi bagian hari besar yang dihormati bersama lengkap dengan seluruh tradisi kebudayaannya. Hal ini, jelas Hasto, tidak terlepas dari kepeloporan Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri.

Sedang di era Presiden Joko Widodo sekarang, kata Hasto, imlek menjadi salah satu momentum untuk mempercepat berbagai kerja untuk menghadapi persoalan yang ada. Menurutnya, imlek tahun ini yang memasuki tahun monyet api menjadi simbol untuk melahirkan berbagai pemikiran yang memuat solusi sekaligus memacu semangat kerja.

“Ini sejalan dengan tahun 2016 sebagai tahun monyet api. Kecerdikan, kelincahan, semangat, dan api perjuangan yang disimbolkan dengan monyet api tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa ini,” papar Hasto. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...
HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...