Sabtu
05 September 2026 | 5 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mega Singgung Keterwakilan Perempuan hingga Bahaya Narkoba

pdip jatim - megawati s

pdip jatim - megawati sJAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai keterwakilan perempuan di bidang politik masih sangat kurang. Dia menyebut, belum terpenuhinya keterwakilan sebagaimana amanat undang-undang, yakni 30 persen, karena masih banyak kendala.

“Menurut saya saat ini, belum 30 persen. Faktanya kita belum bisa mencapai paling tidak 15 persen. Artinya setengahnya saja belum,” kata Megawati di acara peringatan Hari Ibu, di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Senin (22/12/2014).

Menurut Megawati, kendala yang menghalangi kaum perempuan di antaranya keterikatannya pada adat istiadat, dan budaya. Kaum perempuan juga masih banyak yang tidak mau terjun ke politik.

“Hingga kini kaum perempuan Indonesia masih terbelenggu budaya feodal, kemiskinan, ketidakadilan, dan diskriminasi politik, sosial, ekonomi,” ujar Mega, yang pada kesempatan itu juga mengajak perempuan Indonesia bangkit dan bersatu guna memperbaiki nasib mereka.

Baca juga: Hari Ibu, Megawati Berikan Penghargaan Sarinah Award kepada 10 Perempuan

Mega juga minta kaum perempuan berperan secara cerdas dalam memecahkan persoalan bangsa, mulai dari bahaya narkoba hingga HIV/Aids. Sebab, jelasnya, masalah narkoba saat ini sudah berada dalam zona merah, atau zona berbahaya.

“Yang membahayakan itu narkoba bercampur HIV/Aids. Apa ini dibiarkan? Kita nanti pasti akan kehilangan satu generasi,” tegasnya.

Dia prihatin dengan maraknya peredaran narkoba di Indonesia. “Ada 4 juta orang, 1,2 juta orang tidak bisa lagi direhabilitasi, dan 40-50 orang meninggal akibat narkoba,” urainya.

Terkait bahaya narkoba, Megawati menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo yang menolak grasi 64 terpidana mati kasus narkoba. Menurutnya, negara tidak boleh kalah dengan seluruh sindikat narkoba.

Tindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan narkoba, tambah Mega, penting untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa. “Perang candu gaya baru ini adalah sebuah modus dan tata cara merusak bangsa Indonesia dengan biaya murah dan menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa,” ucap Megawati. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...