Selasa
21 Juli 2026 | 10 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mega Singgung Keterwakilan Perempuan hingga Bahaya Narkoba

pdip jatim - megawati s

pdip jatim - megawati sJAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai keterwakilan perempuan di bidang politik masih sangat kurang. Dia menyebut, belum terpenuhinya keterwakilan sebagaimana amanat undang-undang, yakni 30 persen, karena masih banyak kendala.

“Menurut saya saat ini, belum 30 persen. Faktanya kita belum bisa mencapai paling tidak 15 persen. Artinya setengahnya saja belum,” kata Megawati di acara peringatan Hari Ibu, di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Senin (22/12/2014).

Menurut Megawati, kendala yang menghalangi kaum perempuan di antaranya keterikatannya pada adat istiadat, dan budaya. Kaum perempuan juga masih banyak yang tidak mau terjun ke politik.

“Hingga kini kaum perempuan Indonesia masih terbelenggu budaya feodal, kemiskinan, ketidakadilan, dan diskriminasi politik, sosial, ekonomi,” ujar Mega, yang pada kesempatan itu juga mengajak perempuan Indonesia bangkit dan bersatu guna memperbaiki nasib mereka.

Baca juga: Hari Ibu, Megawati Berikan Penghargaan Sarinah Award kepada 10 Perempuan

Mega juga minta kaum perempuan berperan secara cerdas dalam memecahkan persoalan bangsa, mulai dari bahaya narkoba hingga HIV/Aids. Sebab, jelasnya, masalah narkoba saat ini sudah berada dalam zona merah, atau zona berbahaya.

“Yang membahayakan itu narkoba bercampur HIV/Aids. Apa ini dibiarkan? Kita nanti pasti akan kehilangan satu generasi,” tegasnya.

Dia prihatin dengan maraknya peredaran narkoba di Indonesia. “Ada 4 juta orang, 1,2 juta orang tidak bisa lagi direhabilitasi, dan 40-50 orang meninggal akibat narkoba,” urainya.

Terkait bahaya narkoba, Megawati menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo yang menolak grasi 64 terpidana mati kasus narkoba. Menurutnya, negara tidak boleh kalah dengan seluruh sindikat narkoba.

Tindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan narkoba, tambah Mega, penting untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa. “Perang candu gaya baru ini adalah sebuah modus dan tata cara merusak bangsa Indonesia dengan biaya murah dan menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa,” ucap Megawati. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...
SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...