Senin
27 Juli 2026 | 4 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mega: Blusukan Hadirkan Pemimpin di Tengah Rakyat

pdip jatim - mega di rakernas iv

pdip jatim - mega di rakernas ivSEMARANG – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri minta gaya blusukan Joko Widodo tetap dipertahankan, meski menjadi presiden. Dalam konsep ideologi, Mega menyatakan blusukan menjadi tradisi politik yang menghadirkan kekuasaan di tengah problem rakyat.

Menurut Mega, blusukan seperti menghadirkan suasana keseharian rakyat. Dengan blusukan, kata dia, pemimpin hadir dan mengorganisasi rakyat. “Saya sendiri menyaksikan seluruh pelosok negeri menyambut blusukan yang dijalankan oleh Jokowi,” kata Megawati, dalam pidato politik pembukaan Rakernas IV PDI Perjuangan, di Marina Convention Center, Semarang, Jumat (20/9/2014).

Hadirnya pemimpin di tengah rakyat, sebut Mega, merupakan cara penting bagi pelaksanaan revolusi mental yang bakal dilakukan pemerintahan Jokowi.

Megawati juga mengajak seluruh kader PDI Perjuangan tidak membiarkan Jokowi sendirian dalam mengelola pemerintahan mulai 20 Oktober 2014. Sebab, jelasnya, apa yang dikerjakan Jokowi merupakan bagian dari elaborasi ajaran Tri Sakti Bung Karno.

Megawati menyebut pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai produk pemilihan langsung yang tak punya beban masa lalu. Dengan begitu, ujar Mega, Jokowi-JK merupakan produk kehendak rakyat. “Kita satu padukan jadi gerakan perubahan menyatu dengan kehendak rayat,” ucap Mega.

Menurut dia, kepemimpinan Jokowi-JK, sebagai produk pemilihan langsung, akan membuka lebar seluruh kehendak baik bangsa dan akan menghasilkan produk kebanggaan sebagai bangsa yang bisa menjadi pemimpin di antara bangsa lain di dunia.

Pada kesempatan itu, Mega juga mengingatkan Jokowi, bahwa dia akan menjadi kepala pemerintahan dan kepala negara seluruh rakyat. PDI Perjuangan, ujarnya, juga akan mengubah haluan dari partai penyeimbang pemerintahan selama sepuluh tahun menjadi partai pemerintah.

Ketika sebuah partai berada di dalam pemerintahan, jelas Mega, hal itu sebagai ujian yang sesungguhnya. Pergeseran dari partai penyeimbang menjadi partai pemerintah, tuturnya, mengharuskan ada penataan ulang di tiga pilar partai. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Kediri Jadikan Kudatuli Momentum Menjaga Hak Rakyat dan Demokrasi

KEDIRI – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto, menegaskan peringatan 30 tahun peristiwa ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Madiun Targetkan Musran Rampung Awal Agustus, Percepat Konsolidasi hingga Desa

MADIUN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun menargetkan seluruh pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) rampung ...
KABAR CABANG

Tak Lupa Kudatuli, Kader-Kader DPC Kota Pasuruan Nobar Film Dokumenter dan Sarasehan

KOTA PASURUAN – Tiga dekade berlalu sejak peristiwa Kuda Tuli (Kerusuhan 27 Juli 1996), ingatan akan momen kelam ...
KABAR CABANG

Jejak Luka yang Tak Selesai di Rumah Banteng Jember

JEMBER – Sisa hujan masih menetes dari ujung tenda ketika para kader Partai mulai memenuhi halaman Kantor DPC PDI ...
KABAR CABANG

Kudatuli dan Kompas Sejarah bagi Generasi Penerus

MADIUN – Tiga puluh tahun telah berlalu. Waktu bergerak, pemerintahan berganti, dan wajah politik Indonesia ...
KOLOM

Kudatuli dan Pelajaran Demokrasi

Oleh Djarot Saiful Hidayat* SETIAP 27 Juli, ingatan kolektif bangsa ini seharusnya berhenti sejenak. Bukan untuk ...