oleh

Maryoto Optimis Level Tulungagung Turun Jika PPKM Berlanjut

TULUNGAGUNG – Bupati Maryoto Birowo optimistis Kabupaten Tulungagung tidak akan lagi bertengger di dalam daftar level 4 jika PPKM diperpanjang atau dilanjutkan. Menurutnya, saat ini sudah terjadi penurunan kasus Covid-19 di Kota Marmer.

“Kami yakin dan optimis kalau PPKM dilanjutkan Tulungagung sudah menurun levelnya. Tidak lagi di level 4,” kata Maryoto usai acara vidcon yang diselenggarakan BNPB di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bingso, Senin (2/8/2021).

Menurut dia, selain jumlah kasus Covid-19 terus menurun, juga tingkat BOR (bed occupansy rate) di fasilitas kesehatan (faskes) sudah menurun pula.

Kader PDI Perjuangan ini membeberkan tingkat BOR di Kabupaten Tulungagung telah turun di kisaran 70 persen. Baik itu untuk pasien Covid-19 yang diisolasi maupun untuk ketersedian di ruang ICU.

“Untuk ketersediaan isolasi itu BOR-nya sudah 72 persen. Sedang di ruang perawatan ICU turun menjadi sekitar 71 persen. Jadi daya tampun masih tersedia dan sudah terjadi penurunan kasus Covid-19 sejak seminggu lalu,” paparnya.

Dia juga mengatakan untuk tempat isolasi terpusat (isoter) sudah disiapkan di kecamatan-kecamatan. Dan jika dibutuhkan tempat isoter tersebut dapat segera dioperasionalkan.

“Tempat isoter itu yang penting layak. Memenuhi standar untuk isolasi bagi pasien Covid-19. Peralatan medis ada, tempat tidur tersedia dan juga tenaga medisnya,” sebut Maryoto.

Saat ini, lanjut dia, Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) masih mampu menampung pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan.

“Peran puskesmas atau RSDC masih bisa menyangga dan menampung para pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung terus melakukan upaya peningkatan testing, tracing dan treatment (3T) untuk menurunkan kasus Covid-19.

Sekaligus juga meningkatkan upaya 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjeuhi kerumunan dan membatasi mobilitas.

“Jadi ini perlu pendisiplinan dan kesadaran semua elemen masyarakat. Juga operasi yustisi bagi pelanggar prokes terus dilakukan. Harapannya kasus Covid-19 di Tulungagung terus semakin menurun,” tutup Maryoto. (atu/pr)