TULUNGAGUNG – Wakil Sekretaris Bidang Internal DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Danang Prawito, membeberkan makna peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan.
Sebagai kader milenial, Danang menilai peringatan HUT ke-53 Partai tahun ini sebagai momentum kolaborasi sejarah antara angkatan tua dan angkatan muda.
“PDI Perjuangan tidak pernah berdiri di atas satu generasi, tetapi tumbuh melalui kesinambungan nilai, pengalaman dan keberanian untuk mempercayakan tongkat estafet perjuangan kepada anak-anak muda zaman sekarang,” ujar Danang usai kegiatan doa bersama dan tumpengan, Sabtu (10/1/2026).
Ia menambahkan, HUT ke-53 PDI Perjuangan juga menjadi momentum menunjukkan watak sejatinya partai kader, yang membuka ruang belajar, ruang berproses, dan ruang berbuat bagi seluruh kader tanpa memandang usia.
Serta meneguhkan semangat bahwa ideologi itu tidak hanya diajarkan, tetapi juga diaplikasikan dalam kerja nyata organisasi dan keberpihakan politik kepada rakyat.
“Kesetiaan kami sebagai kader muda bukanlah kesetiaan yang pasif, melainkan kesetiaan yang bekerja mengorganisir, mengabdi, dan memastikan roda organisasi terus bergerak progresif,” terangnya.
Kader muda PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung ini menegaskan kesiapannya melanjutkan perjuangan dan kerja-kerja Partai melalui cara anak muda tanpa meninggalkan akar ideologi dan tetap di bawah naungan nilai-nilai Bung Karno.
Bagi Danang, tema ‘Di sanalah Aku Berdiri untuk Selama-Lamanya’ pada HUT ke-53 PDI Perjuangan bukan sekadar slogan peringatan hari lahir Partai, melainkan sikap ideologis tentang kesetiaan.
“Ini tentang kesetiaan pada garis perjuangan PDI Perjuangan yang berpihak pada rakyat, membela wong cilik, dan menjaga api nasionalisme agar tetap menyala lintas generasi.” tandasnya. (sin/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













