Sabtu
18 Juli 2026 | 4 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Luncurkan Program Karna Pitaloka, Bupati Lukman Tekankan Pemetaan Kebutuhan Pupuk Akurat

PDIP-Jatim-Lukman-Hakim-13102025.

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan pentingnya inovasi pendataan digital petani dan lahan. Pemetaan kebutuhan pupuk yang akurat dan terukur akan memastikan distribusi pupuk lebih tertib dan tidak menimbulkan tambahan biaya di luar ketentuan.

Hal itu disampaikan Lukman saat peluncuran program Karna Pitaloka (Kebijakan Alih Peran Pemetaan Petak Sawah dan Identifikasinya sebagai Strategi Perbaikan Tata Kelola Pupuk Bersubsidi) di Pendopo Agung Bangkalan, Jumat (21/11/2025).

Program ini menjadi langkah berani Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan untuk menata ulang sistem penyaluran pupuk secara modern dan berbasis data akurat.

Menurut Lukman, sumber persoalan yang sering terjadi di lapangan sebenarnya bukan pada HET, tetapi pada ongkos pengambilan pupuk dari kios ke petani.

Lokasi kios yang jauh membuat sebagian kelompok tani menerapkan biaya tambahan berdasarkan kesepakatan internal.

“Kalau HET pasti sudah, sudah nggak bisa dikata-kata lagi. Itu sudah ketetapan negara, dari pemerintah,” ujar Lukman.

“Yang jadi persoalan kadang adalah jarak kios ke petani. Kalau petani ngambil sendiri ke kios, seharusnya tetap sesuai HET. Tapi karena kiosnya jauh, ongkos pengambilannya itu yang jadi tambahan,” lanjut politisi PDI Perjuangan itu.

Biaya tambahan ini, lanjut Lukman, bukan bagian dari HET maupun kebijakan pemerintah, tetapi murni kesepakatan antara petani dan kelompok tani. Hal tersebut yang membuat sejumlah petani merasa harga di lapangan berbeda dari HET yang ditetapkan negara.

“Biaya distribusi dari kios ke petani itu kewenangan petani atau kelompok. Itu hasil kesepakatan, bukan HET. HET-nya tetap,” jelasnya.

Dengan sistem digital ini, kebutuhan pupuk dihitung berdasarkan data riil luas lahan dan profil petani, sehingga meminimalkan ruang penyimpangan maupun permainan di tingkat bawah.

Selain itu, Lukman memastikan stok pupuk untuk Bangkalan secara keseluruhan mencukupi. Jika terjadi kendala di lapangan, biasanya disebabkan faktor teknis seperti cuaca dan proses distribusi dari gudang.

Lukman berharap masyarakat memahami bahwa HET tidak pernah berubah, dan perbedaan harga yang dirasakan petani di lapangan semata-mata akibat biaya tambahan distribusi yang bukan bagian dari ketentuan pemerintah. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Panitia Bidik Soekarno Cup 2026 Jadi Turnamen Berstandar Nasional

Panitia Soekarno Cup 2026 optimistis turnamen sepak bola usia muda ini menjadi kompetisi berstandar nasional ...
LEGISLATIF

Lengkap, Ini Pandangan Umum Fraksi PDIP DPRD Lumajang Terhadap Raperda P-APBD 2026

LUMAJANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lumajang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Ingatkan Keberhasilan Hotline Ditentukan Respons Cepat dan Tindak Lanjut Aduan

DPRD Kota Surabaya menegaskan keberhasilan program hotline Pemkot Surabaya bergantung pada komitmen menindaklanjuti ...
KABAR CABANG

Terus Bergerak dari Akar, DPC Magetan Mantapkan Penguatan Struktur

MAGETAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus melanjutkan tahapan agenda Musyawarah Ranting dan Anak Ranting ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Desak Bappeda Kaji Ulang Rencana Pemindahan Lokasi Alun-Alun Kabupaten Malang

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang meminta Bappeda mengkaji ulang rencana pemindahan lokasi Alun-Alun ...
KABAR CABANG

Wujudkan “Rumah Rakyat”, Kantor DPC Tuban Jadi Tempat Menginap Atlet Pencak Silat

TUBAN – Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban dialihfungsikan sementara sebagai tempat ...