Jumat
30 Oktober 2026 | 12 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mas Ipin Dorong Sekolah Jadi Pusat Produksi Pangan, Tanamkan Kemandirian Sejak Dini

pdip jatim 260423 sekolah pusat produksi pangan

Bupati Trenggalek dorong sekolah jadi pusat produksi pangan mandiri melalui program swasembada berbasis sekolah.

TRENGGALEK — Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mendorong sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga pusat produksi pangan mandiri melalui Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah.

Program tersebut mulai digencarkan di sejumlah sekolah di Kecamatan Gandusari, Rabu (22/4/2026), sebagai upaya menanamkan kesadaran ketahanan pangan sejak usia dini.

“Sejak kecil anak-anak harus diajari bertanggung jawab, mulai dari menanam, merawat, hingga menikmati hasilnya,” ujar Mas Ipin.

Belajar Bertani Langsung di Sekolah

Program ini memanfaatkan lahan sekolah sebagai kebun mini dengan berbagai metode, mulai dari polibag, tanaman hortikultura, hingga praktik pertanian organik.

Menurut Mas Ipin, pendekatan praktik langsung penting agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata di bidang pertanian.

Ia menilai, langkah ini menjadi bagian dari upaya mengembalikan jati diri Indonesia sebagai negara agraris.

“Pangan adalah masa depan sekaligus harga diri bangsa. Kita tidak boleh bergantung pada negara lain,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek itu.

Lengkapi dengan Sumber Protein

Tak hanya tanaman pangan, Pemkab Trenggalek juga mendorong pengembangan kolam ikan skala sekolah sebagai sumber protein tambahan.

Konsep ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pangan mandiri di lingkungan sekolah yang berkelanjutan.

“Sekolah bisa menjadi lumbung pangan mini, tidak hanya sayur tapi juga protein,” jelasnya.

Antisipasi Kekeringan dengan Inovasi Air

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan inovasi teknologi sederhana untuk menghadapi ancaman kekeringan, yakni sistem kondensasi yang mampu mengubah uap menjadi air.

Langkah ini dinilai penting mengingat puluhan desa di Trenggalek kerap terdampak kekeringan saat musim kemarau.

“Dengan teknologi sederhana ini, rumah tangga bisa memproduksi air sendiri,” ujarnya.

Program swasembada pangan berbasis sekolah ini diharapkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan berbagai elemen, sekaligus membentuk generasi yang mandiri dan sadar pentingnya ketahanan pangan. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

HGU PT Makarti Dipersoalkan Warga Karangsari, Sonny: Banyak Opsi untuk Aksi

BANYUWANGI – Persoalan Hak Guna Usaha (HGU) PT Makarti mencuat dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang ...
LEGISLATIF

Lewat GCC, Novita Hardini Dorong Kesadaran Warga Kelola Sampah dari Rumah

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong masyarakat membangun kebiasaan memilah dan ...
LEGISLATIF

Gus Falah Minta Pengedar Narkoba Diproses Maksimal, Soroti Bahaya Penyalahgunaan Vape

LAMONGAN – Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah, meminta aparat kepolisian memproses hukum ...
LEGISLATIF

Hari Yulianto: Anggaran Rp300 Juta Tak Cukup Tanpa Kesadaran Masyarakat Kelola Sampah

Hari Yulianto menegaskan kesadaran masyarakat menjadi kunci mengatasi sampah. Rencana BKK Rp300 juta Sidoarjo pada ...
KABAR CABANG

Hari Sumpah Pemuda, Widarto Ajak Gen Z Tak Apatis pada Politik Lewat Film Satir

JEMBER – Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto, mengajak generasi Z tidak apatis terhadap politik dan ikut ...
LEGISLATIF

PDI Perjuangan Pasuruan Soroti Kemandirian Fiskal dalam Raperda Pajak dan Retribusi Daerah

PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyampaikan pandangan umumnya terhadap Rancangan ...