Rabu
10 Juni 2026 | 10 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mas Ipin Dorong Sekolah Jadi Pusat Produksi Pangan, Tanamkan Kemandirian Sejak Dini

pdip jatim 260423 sekolah pusat produksi pangan

Bupati Trenggalek dorong sekolah jadi pusat produksi pangan mandiri melalui program swasembada berbasis sekolah.

TRENGGALEK — Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mendorong sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga pusat produksi pangan mandiri melalui Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah.

Program tersebut mulai digencarkan di sejumlah sekolah di Kecamatan Gandusari, Rabu (22/4/2026), sebagai upaya menanamkan kesadaran ketahanan pangan sejak usia dini.

“Sejak kecil anak-anak harus diajari bertanggung jawab, mulai dari menanam, merawat, hingga menikmati hasilnya,” ujar Mas Ipin.

Belajar Bertani Langsung di Sekolah

Program ini memanfaatkan lahan sekolah sebagai kebun mini dengan berbagai metode, mulai dari polibag, tanaman hortikultura, hingga praktik pertanian organik.

Menurut Mas Ipin, pendekatan praktik langsung penting agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata di bidang pertanian.

Ia menilai, langkah ini menjadi bagian dari upaya mengembalikan jati diri Indonesia sebagai negara agraris.

“Pangan adalah masa depan sekaligus harga diri bangsa. Kita tidak boleh bergantung pada negara lain,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek itu.

Lengkapi dengan Sumber Protein

Tak hanya tanaman pangan, Pemkab Trenggalek juga mendorong pengembangan kolam ikan skala sekolah sebagai sumber protein tambahan.

Konsep ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pangan mandiri di lingkungan sekolah yang berkelanjutan.

“Sekolah bisa menjadi lumbung pangan mini, tidak hanya sayur tapi juga protein,” jelasnya.

Antisipasi Kekeringan dengan Inovasi Air

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan inovasi teknologi sederhana untuk menghadapi ancaman kekeringan, yakni sistem kondensasi yang mampu mengubah uap menjadi air.

Langkah ini dinilai penting mengingat puluhan desa di Trenggalek kerap terdampak kekeringan saat musim kemarau.

“Dengan teknologi sederhana ini, rumah tangga bisa memproduksi air sendiri,” ujarnya.

Program swasembada pangan berbasis sekolah ini diharapkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan berbagai elemen, sekaligus membentuk generasi yang mandiri dan sadar pentingnya ketahanan pangan. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...
KRONIK

Bupati Sumenep Tegaskan Sinergi dengan TNI AL Perkuat Kemajuan Daerah Maritim

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI ...