oleh

Legislator: Karaoke Keluarga Tutup Selama Ramadan

SURABAYA – Ketua Komisi D D DPRD Surabaya Agustin Poliana mengatakan, selama bulan Ramadan tak ada rumah hiburan umum (RHU) yang buka.

Sebelumnya ada usulan dari pengusaha hiburan yang masuk ke kalangan dewan, agar karaoke keluarga diizinkan buka pada jam tertentu.

Namun, saat dengar pendapat di ruang Komisi D DPRD Surabaya Rabu lalu, tak ada satupun perwakilan dari Himpunan Pengusaha Rekreasi Hiburan Umum (Hiperhu) dan Asosiasi Rumah Hiburan (Arumba) yang hadir.

Oleh karena itu, jelas Agustin, usulan agar tempat karaoke keluarga diizinkan buka selama Ramadan, masih sekadar wacana.

Agustin mengungkapkan, dalam hearing mengenai penutupan rumah hiburan umum selama Ramadan, hanya dihadiri Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya.

Untuk itu, menurutnya, karena tak ada aspirasi, maka Perda 23 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan tetap dijalankan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“ Perda tersebut mengamanatkan semua hiburan malam tutup, kecuali biliar,” kata Titin, sapaan akrab Agustin, kemarin.

Dia menegaskan, ketidakhadiran kalangan pengusaha dalam dengar pendapat soal penutupan rumah hiburan menunjukkan bahwa mereka sepakat dengan kebijakan pemerintah kota yang berjalan selama ini.

“Jika gak hadir, berarti menyetujui,” terang politisi dari PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya, munculnya usulan agar karaoke keluarga diizinkan buka pada bulan Ramadan. Alasannya, adanya keluhan para pegawai karaoke agar tetap bisa bekerja.

Meski dilematis, kalangan dewan lantas menjadwalkan untuk membahasnya dalam hearing penutupan rumah hiburan selama Ramadan tersebut. Namun, saat dengar pendapat, tak ada perwakilan pengusaha hiburan yang hadir. (goek)

rekening gotong royong