Minggu
09 Agustus 2026 | 12 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Siti Mariyam Pimpin Kwarcab Surabaya 2026–2031, Bidik Bumi Perkemahan dan Ruang Kegiatan Pramuka

pdip jatim 260809 kwarcab sby 1 (1)

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya Siti Mariyam resmi terpilih sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya periode 2026–2031. Menggantikan Armuji, Mariyam langsung membawa sejumlah pekerjaan rumah, terutama mewujudkan bumi perkemahan dan memperluas ruang kegiatan bagi anggota Pramuka di tingkat kecamatan.

Siti Mariyam ditetapkan secara musyawarah mufakat dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Surabaya 2026 yang digelar di Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Mariyam, penyediaan bumi perkemahan menjadi salah satu target penting selama lima tahun kepemimpinannya. Fasilitas tersebut dinilai dibutuhkan karena Surabaya belum memiliki lokasi khusus yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai kegiatan kepramukaan.

Selain bumi perkemahan, Mariyam ingin memperkuat keberadaan sanggar di tingkat kwartir ranting (kwaran). Sanggar tidak hanya ditujukan sebagai tempat administrasi organisasi, tetapi juga menjadi ruang berkegiatan bagi anak-anak dan remaja.

“Kalau sanggar di kecamatan terpenuhi, nantinya bisa menjadi titik kumpul untuk bermusyawarah dan berkegiatan. Di sana anak-anak bisa mendapatkan wadah untuk melakukan kegiatan yang positif,” kata Mariyam.

Ia juga memastikan penyusunan kepengurusan baru akan segera dilakukan. Sesuai aturan organisasi, kepengurusan bersama tim formatur ditargetkan terbentuk paling lambat satu bulan setelah ketua terpilih ditetapkan.

“Kami akan secepatnya melakukan penyusunan pengurus karena program-program sudah menunggu,” ujarnya.

Percepatan tersebut diperlukan karena sejumlah agenda telah menanti. Di antaranya peringatan Hari Pramuka pada 14 Agustus, kegiatan ulang janji, pemberangkatan kontingen Surabaya menuju Jambore Nasional di Cibubur, serta persiapan Lomba Tingkat (LT) III yang dijadwalkan berlangsung September.

Dalam kepengurusan periode 2026–2031, Mariyam juga ingin memberi ruang lebih besar kepada anggota muda. Menurutnya, keterlibatan generasi muda penting agar terjadi proses kaderisasi dan regenerasi kepengurusan.

“Harapan kami, khususnya yang masih muda, bisa ikut mengisi kepengurusan. Mereka bisa belajar selama lima tahun ke depan sehingga menjadi pengurus yang tangguh,” katanya.

Muscab yang menjadi forum lima tahunan tersebut sekaligus mengakhiri kepengurusan Kwarcab Surabaya periode 2021–2026. Dalam forum itu, peserta juga memilih tim formatur dan menetapkan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK).

Ketua Kwarcab Surabaya periode sebelumnya, Armuji, mengatakan capaian organisasi selama lima tahun terakhir merupakan hasil kerja bersama. Salah satu capaian yang dicatat adalah keberhasilan Gerakan Pramuka Surabaya meraih tiga rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Kwarcab Surabaya pada periode sebelumnya juga telah memiliki gedung yang dinilai representatif untuk menunjang aktivitas organisasi.

Namun, Armuji meminta kepengurusan baru tidak berhenti pada capaian tersebut. Ia mendorong peningkatan fasilitas kepramukaan, terutama pembangunan bumi perkemahan di Surabaya.

“Siapa pun yang memimpin harus bisa totalitas dan menjalin kerja sama dengan semua pihak dengan baik. Yang terpenting, pengurus harus kompak dan solid untuk memajukan Kwarcab Surabaya,” kata Armuji.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Saka dan Pramuka Produktif Kwarda Jawa Timur Basuki Babussalam menegaskan Muscab bukan sekadar forum pergantian ketua.

Forum tersebut juga menjadi momentum mengevaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus menentukan arah Gerakan Pramuka Surabaya untuk lima tahun mendatang.

Basuki meminta program kerja Kwarcab Surabaya periode 2026–2031 tetap bersinergi dengan program Kwarda Jawa Timur dan Kwartir Nasional (Kwarnas).

Ia juga mendorong pengembangan sejumlah program Kwarda di Surabaya, antara lain renovasi satu rumah satu Gugus Depan (Gudep), Gudep ketahanan pangan, pengembangan film pendek, energi terbarukan, hingga pengolahan sampah.

Dalam Muscab tersebut, Siti Mariyam selanjutnya akan menyusun kepengurusan bersama tim formatur yang terdiri dari Armuji dari unsur Mabicab, Sholikin dari unsur demisioner, serta Ketut Edi Saputro dan Lis Lestari dari unsur Kwartir Ranting.

Forum juga menetapkan LPK Kwarcab Surabaya dengan Soebeno Wahyudi sebagai ketua, Antonius Catur sebagai wakil ketua, Rifatul Ampera Wati sebagai sekretaris, serta Samsul Hidayah dan Sukarti sebagai anggota. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Siti Mariyam Pimpin Kwarcab Surabaya 2026–2031, Bidik Bumi Perkemahan dan Ruang Kegiatan Pramuka

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya Siti Mariyam resmi terpilih sebagai Ketua Kwartir Cabang ...
RUANG MERAH

Tantangan Menjaga Kedaulatan di Balik Gagasan Beras Satu Harga

Oleh Ony Setiawan* GAGASAN Perum Bulog untuk menerapkan kebijakan beras medium satu harga secara nasional memantik ...
LEGISLATIF

Andreas Eddy Pilih Reses Tanpa Sekat, Turun ke Kampung dan Dengarkan Warga

MALANG – Anggota DPR RI Komisi XI Andreas Eddy Susetyo memilih cara berbeda untuk menyerap aspirasi masyarakat. ...
SEMENTARA ITU...

Persiga U-17 Dituntut Tampil Maksimal di Piala Soeratin 2026, Doding: Harus Menang dan Lolos

TRENGGALEK – Persiga Trenggalek U-17 dituntut memaksimalkan status sebagai tuan rumah Piala Soeratin 2026 dengan ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Harap Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Besuki Tingkatkan Kemenangan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Jajaran Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Besuki resmi terbentuk. ...
LEGISLATIF

Andreas Dorong Masyarakat Melek Keuangan agar Tak Jadi Korban Penipuan Digital

MALANG – Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo mendorong masyarakat memperkuat literasi keuangan di tengah ...