Jumat
28 Agustus 2026 | 4 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kubu Prabowo Akan Umumkan Calon Menteri, TKN: Yang Mau Dipasang Pasti Mikir-mikir

pdip-jatim-hasto-di-sby

JAKARTA – Manuver kubu Prabowo-Sandiaga yang akan mengumumkan kabinet dianggap aneh. Sebab, langkah itu dilakukan di saat elektabilitas Prabowo-Sandi stagnan dan tertinggal jauh dari pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan, semua lembaga survei yang kredibel menempatkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf jauh di atas Prabowo-Sandi.

Dia menyebut, rencana mengumumkan kabinet bayangan dalam situasi tertekan tidak pas secara momentum, dan juga tidak mudah mencari tokoh hebat.

“Mengapa? Yang mau dipasang masuk dalam kabinet bayangan pasti mikir-mikir, karena selain peluangnya menipis, namanya hanya dipakai sebagai alat dongkrak popularitas Prabowo, dan itu belum tentu berhasil,” kata Hasto, Sabtu (16/2/2019).

Sekjen PDI Perjuangan ini pun menyilakan kubu Prabowo-Sandi untuk segera mengumumkan nama-nama itu secara resmi.

“Silakan Pak Prabowo umumkan saja dalam minggu-minggu ini. Pasti nama-nama yang masuk tidak terlepas dari loyalis mereka seperti Fadli Zon, Ratna Sarumpaet, Achmad Dani, Neno Warisman. Sementara nama-nama yang memiliki kompetensi tinggi akan berpikir 1.000 kali sebelum namanya dimasukkan. Sebab umumkan calon kabinet saat elektabilitas Prabowo turun dipastikan tidak dongkrak suara,” ujarnya.

Sebaliknya, Hasto menilai, gagasan membuat kabinet bayangan itu seperti prematur, tidak memahami skala prioritas, dan orang Jawa bilang “nggege mongso”, atau tergesa-gesa mengharapkan yang belum tentu terjadi.

Menurut Hasto, pemahaman Jokowi atas berbagai persoalan bangsa, dan bagaimana Indonesia kedepan, menjadikan Jokowi sangat memahami bagaimana struktur dan komposisi kabinet kerja ke depan.

Presiden ketujuh RI tersebut, lanjut Hasto, saat ini melakukan scanning dan profiling atas putra-putri terbaik bangsa yang nantinya akan menjalankan tugas sebagai pembantu presiden. “Scanning dan profiling itu jauh lebih penting, bersifat tertutup, teliti, dan sesuai skala prioritas kebutuhan. Semua direkam dengan baik, dan masih banyak waktu. Menangkan pilpres dulu dan bangun koalisi yang kuat dan efektif, agar pemerintahan Pak Jokowi-KH Ma’ruf Amin ke depan jauh lebih kuat karena dukungan rakyat dan dukungan parlemen di atas 67 persen,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...
KRONIK

Soroti 903 KK Minta Update Data, Agung Priyanto: Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Hak Gara-Gara Desil

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti penggunaan desil ...
SEMENTARA ITU...

Ribuan Warga Padati Siraman Gong Kyai Pradah, Tradisi Leluhur Blitar Tetap Lestari di Tengah Efisiensi

Ribuan warga memadati Alun-alun Lodoyo menyaksikan Siraman Gong Kyai Pradah. Tradisi leluhur Blitar tetap ...