Jumat
10 Juli 2026 | 12 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kinerja Pemkot Surabaya Melebihi Target

TriRismaharini-pdip jatim

TriRismaharini-pdip jatimSURABAYA – Wali Kota Tri Rismaharini mengungkapkan kinerja Pemerintah Kota Surabaya selama kepemimpinannya sejak 2010 hingga 2015. Berbagai keberhasilan yang telah diraih, di antaranya penerimaan daerah yang mencapai 76,3 persen hingga akhir september 2015.

“Jika dirata-rata, sebulan 8 persen,” jelas Risma kepada wartawan di rumah kediaman wali kota di Jalan Sedap Malam, Minggu (27/9/2015).

Capaian lainnya yang melebihi target, yakni retribusi sekitar 94,7 persen dan pendapatan asli daerah (PAD) berkisar 82,32 persen. Sedang belanja daerah, dia mengakui masih 50 persen. “Untuk belanja daerah, Surabaya nomer 6 tertinggi di Jawa timur,” ungkapnya.

Perempuan yang kembali mencalonkan diri sebagai wali kota di Pilkada Surabaya 2015 berpasangan dengan Whisnu Sakti Buana ini menjelaskan, serapan belanja masih belum maksimal karena sebagian besar berupa proyek konstruksi yang nilainya mencapai Rp 1,5 triliun.

Realisasi penyelesaian proyek tersebut, ujar Risma, diproyeksikan pada akhir tahun. “Konstruksi besar biasanya bendol di belakang,” terang Risma, yang didampingi Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana.

Dia juga mengungkapkan soal beberapa proyek yang masih menjadi persoalan untuk segera diselesaikan, seperti Pasar Turi. Untuk menuntaskan tersebut, pemerintah kota telah minta bantuan Mahkamah Agung (MA).

Persoalan lain yang menjadi PR bagi pemerintah kota adalah layanan asuransi BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Pemerintah kota telah menanyakan persoalan yang dihadapi warga kota, karena sebagian belum tercover layanan tersebut.

Cawali yang diusung PDI Perjuangan ini menyatakan, jika masyarakat tak mendapatkan pelayanan sosial dan kesehatan melalui BPJS, pemerintah kota akan meng-handlenya. “jika tak terlayani BPJS, kita akan cover (layani) melalui APBD,” tegasnya.

Dia menambahkan, berlakunya UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, yang mewajibkan penerima hibah harus berstatus badan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku membawa dampak pada proses penerimaan. Beberapa institusi yang terkena dampak itu meliputi sejumlah sekolah swasta dan PAUD.

Untuk membantu serapan dana hibah, pemerintah kota membantu proses pengurusan izin ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). “Beberapa waktu lalu, kita bantu sekitar 300 sekolah dasar untuk mengurus perizinan ke Kemenkumham,” tuturnya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

2027, Pemkab Lamongan Fokus Pemerataan Infrastruktur Dasar

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan secara resmi menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Desak Pemkab Segera Selesaikan 9 Temuan BPK Terkait APBD 2025

MAGETAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mendesak pemerintah kabupaten ...
EKSEKUTIF

Bertemu Kepala Puskesmas se-Bangkalan, Bupati Lukman: Kesehatan Investasi Utama Pembangunan Daerah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus memperkuat transformasi pelayanan kesehatan sebagai ...
KRONIK

Bupati Ipuk Minta Sekolah Aktif Cegah Anak Putus Sekolah, Sediakan Banyak Program

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyerahkan Surat Keputusan Mutasi 42 kepala sekolah SMP di ...
KRONIK

Saiful Anwar Santuni Anak Yatim dan Fakir Miskin, Peringati Bulan Bung Karno

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung, Saiful Anwar, menggelar santunan anak yatim ...
EKSEKUTIF

Wabup Dirham Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren Pacu Stabilitas Pasokan Lamongan

LAMONGAN – Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, secara resmi mendorong penguatan sinergi pengendalian ...