Kamis
15 Oktober 2026 | 2 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Ipuk Minta Sekolah Aktif Cegah Anak Putus Sekolah, Sediakan Banyak Program

PDIP-Jatim-Ipuk-Fiestiandani.-09072026

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyerahkan Surat Keputusan Mutasi 42 kepala sekolah SMP di Ruang Rempeg Jagapati, pada Rabu (8/7/2026). Dalam kesempatan itu, Ipuk menginstruksikan para kepala sekolah untuk berperan aktif dalam penanganan permasalahan pendidikan utamanya anak putus sekolah.

“Kepala sekolah harus peka terhadap kondisi di sekitarnya. Misalnya, jika ada anak yang berpotensi putus sekolah, segera rangkul mereka. Sudah berulang kali saya tegaskan, tidak boleh ada anak tidak bersekolah saat usia sekolah. Kita sudah menyediakan banyak skema,” ujar Ipuk.

Berbagai kebijakan pemkab Banyuwangi untuk menangani problem putus sekolah. Di antaranya, program Garda Ampuh (gerakan daerah angkat anak muda putus sekolah) yang menjaring dan mengangkat anak putus sekolah untuk disekolahkan kembali. Serta program uang saku dan uang transport bagi pelajar kurang mampu.

“Tidak hanya yang dilakukan pemerintah daerah, kami juga sudah berkolaborasi dengan banyak pihak untuk menangani masalah ini. Misalnya dengan Baznas. Termasuk juga aksi sosial rutin yang dilakukan siswa Banyuwangi lewat Siswa Asuh Sebaya. Jadi tidak ada alasan untuk anak tidak bisa bersekolah,” jelas Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

Sinergi penanganan permasalahan anak putus sekolah, menurut Ipuk, juga bisa dilakukan dengan melibatkan para orang tua siswa. Ia pun mengimbau agar para kepala sekolah mampu menjalin hubungan baik dengan para orang tua.

“Bangun bonding dengan para orang tua. Terima dan jadikan saran serta masukan dari mereka sebagai dasar pembuatan kebijakan sekolah,” kata Ipuk.

Ipuk juga berpesan agar kepala sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.

“Selain fasilitas yang memadai, semua guru juga harus bisa memberikan pembelajaran yang berkualitas, sehingga siswa merasa bahagia dan nyaman belajar di sekolah,” ujarnya.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menambahkan bahwa 42 kepala sekolah yang mengalami rotasi jabatan tersebut minimal telah menjabat di sekolah awal selama 2 tahun.

“Ini untuk penyegaran. Rotasi kita lakukan disesuaikan dengan karakteristik sekolah dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Harapannya ini bisa membawa perkembangan positif pada sekolah yang baru,” pungkasnya. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan Maharani Minta Pemerintah Lindungi Warga Terdampak Karhutla

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat perlindungan masyarakat yang terdampak kebakaran ...
LEGISLATIF

Kaji Ipuk: Pemkot Surabaya Siapkan 50 Hektare Lahan Makam di Sumberejo

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan lahan cadangan seluas 50 hektare di kawasan ...
MILANGKORI

Dari Desa, Dimas Pratama Merawat Kedekatan dengan Petani Lewat Demang Sambang

TULUNGAGUNG – Bagi petani, persoalan sehari-hari tidak selalu berhenti di sawah. Ada kebutuhan keluarga yang harus ...
LEGISLATIF

Doding Rahmadi Bakal Bangun Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan di Trenggalek

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, merencanakan pembangunan sumur bor untuk mengatasi ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Usulkan MJC Digitalisasi 2.574 Pasar Rakyat Jatim, Libatkan 100 Talenta Muda

SURABAYA – Digitalisasi 2.574 pasar rakyat di Jawa Timur diusulkan melibatkan talenta muda melalui program ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Dorong Tuban Jadi Motor Ekonomi Pantura Berbasis Industri, Maritim, dan Pariwisata

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan mendorong Kabupaten Tuban dikembangkan sebagai motor ...