Sabtu
26 September 2026 | 8 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kidung Aruna Kinanthi Hari Jadi ke-529 Ponorogo, Harapan dalam Kebersamaan

PDIP-Jatim-Hari-Jadi-Ponorogo-12082025

PONOROGO – Kabupaten Ponorogo kini memasuki usia 529 tahun pada 11 Agustus 2025. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menyampaikan bahwa keberhasilan membangun Bumi Reog selama ini merupakan kerjasama seluruh pihak mulai dari para pendahulu, legislatif, ASN, TNI/Polri, hingga masyarakat Ponorogo.

“Saya ucapkan hari jadi ke-529 kepada seluruh rakyat Ponorogo. Hari ini kita merayakan hari jadi milik rakyat,” ujar Sugiri usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Ponorogo, Senin (11/8/2025).

“Jika keberhasilan hari ini, ini hasil gotong royong semua pihak, seluruh masyarakat Ponorogo yang semuanya ikut berkeringat mewujudkan itu. Jika ada kekurangan, murni kekurangan saya. Saya mohon maaf setinggi-tingginya,” ujar Kang Giri, sapaan akrabnya.

Menurutnya, usia 529 tahun adalah usia yang tua atau lima abad lebih dan masih banyak ‘PR’ untuk memperbaiki Ponorogo menjadi lebih baik lagi.

Karena itu, politisi PDI Perjuangan itu terus mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus melakukan gotong royong.

“Gotong royong dan kebersamaan menjadi harga termahal harus kita upayakan sama-sama. Rakyat generasi muda menunggu kita di sana agar masa depan menjadi lebih baik,” tuturnya.

Hari Jadi ke-529 Ponorogo ini mengambil konsep “Kidung Aruna Kinanthi”. Kidung adalah ungkapan, puisi kehidupan yang terdiri atas bait-bait harapan, perjuangan, dan cita-cita. la tak hanya dinyanyikan dengan suara, tetapi dengan rasa yang mengalun dari hati masyarakatnya.

Aruna adalah fajar, cahaya pertama yang membelah gelap, menjadi pertanda awal baru yang penuh harapan. Dalam kisah pewayangan, Aruna adalah kusir sang surya. la bukan tokoh utama, namun tanpanya, matahari tak akan sampai ke langit. Seperti seorang pemimpin yang mungkin tak selalu di depan sorotan, tapi setia membawa rakyatnya menuju terang.

Kinanthi berarti menggandeng. Bukan mendahului, bukan meninggalkan. Tapi berjalan bersama dalam satu irama, satu langkah, dan satu tujuan untuk masa depan Ponorogo yang lebih hebat.

“Dinyanyikan pada pagi hari sambil menjemput fajar, bergandeng tangan sama-sama,” tandasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

MILANGKORI

Malam Ketika Para Penari Tayub Diwisuda, Merawat Warisan Leluhur Trenggalek

ALUNAN gamelan terdengar mengalun di tengah keheningan malam. Irama musik tradisional itu berpadu dengan gerak ...
OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...