Jumat
25 September 2026 | 9 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Evaluasi Layanan Haji 2026, Hj. Ansari Soroti Fasilitas Hotel dan Transportasi

PDIP-Jatim Hj. Ansari 13062026

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, memberikan sejumlah catatan kritis terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Evaluasi ini didasarkan pada pengalaman langsungnya menjadi jemaah haji reguler di Kloter SUB-74 Embarkasi Surabaya. ​Salah satu poin krusial yang ia soroti adalah fasilitas hotel di Madinah dan Makkah.

Menurut dia, realitas di lapangan sangat kontras dengan narasi peningkatan kualitas akomodasi yang kerap digaungkan pemerintah.

​”Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menyampaikan adanya peningkatan kualitas layanan akomodasi bagi jemaah haji Indonesia. Namun, berdasarkan pengalaman langsung saya sebagai jemaah reguler, fasilitas hotel yang saya tempati masih tergolong standar dan butuh banyak evaluasi,” ujar Ansari di Pamekasan, pada Jumat (12/6/2026).

​Saat berada di Makkah, Ansari menempati Hotel Al-Ahbab Nomor 412 bersama jemaah Kloter SUB-74 lainnya. Di sana, ia menemukan sejumlah persoalan mendasar yang mengganggu kenyamanan jemaah.

– ​Kapasitas lift: jumlah dan daya tampung lift sangat terbatas, memicu antrean panjang saat jam-jam salat.

– ​Ukuran kamar: tata ruang kamar relatif sempit untuk menampung jumlah jemaah dalam satu ruangan.

– ​Fasilitas dasar: beberapa kebutuhan dasar jemaah belum tersedia secara optimal.

​Selain masalah penginapan, Ansari juga menyoroti pelayanan selama puncak fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ia mengapresiasi pemenuhan logistik konsumsi serta fasilitas tenda yang dinilai sudah memadai.

Namun, ia menyayangkan karut-marutnya sistem transportasi yang memicu banyak keluhan dari jemaah.

​Beberapa kendala transportasi yang krusial, di antaranya, kKeterbatasan armada bus saat mobilisasi jemaah menuju Arafah, minimnya armada skema murur (melintas) dari Muzdalifah menuju Mina, dan kelangkaan transportasi bagi jemaah yang hendak kembali ke hotel setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Mina.

​Ansari menegaskan, kritik dan catatan ini dilemparkan bukan untuk mencari-cari kesalahan pemerintah selaku penyelenggara. Sebaliknya, hal ini menjadi modal penting untuk perbaikan total di masa depan.

​”Tujuan dari evaluasi ini adalah memberikan masukan konstruktif agar pelayanan kepada jemaah haji Indonesia terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu,” tegas politisi PDI Perjuangan asal Madura itu.

​Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan keagamaan, ia mendesak seluruh pemangku kepentingan (khususnya Kementerian Agama) untuk menjadikan pengalaman riil jemaah di lapangan ini sebagai cetak biru (blueprint) perbaikan penyelenggaraan haji pada tahun-tahun berikutnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...