Kamis
27 Agustus 2026 | 6 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketidakpastian Global, Kader-kader di Bojonegoro Diminta Fokus Jaga Daya Tahan Ekonomi Rakyat

IMG-20260313-WA0005_copy_734x469

BOJONEGORO — Lonjakan harga energi menyusul Konflik di Timur Tengah dikhawatirkan berdampak pada perekonomian nasional bahkan lokal. Keberpihakan politik terhadap rakyat kecil dinilai menjadi kunci stabilitas di tingkat daerah.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Prasetiyono, dalam acara peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah di Pendopo Panti Marhaen DR. HM. Taufiq Kiemas, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro, Kamis (12/3/2026).

Momentum keagamaan ini, kata Didik, sebagai ruang refleksi untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah ancaman krisis.

Ia menyampaikan bahwa DPP PDI Perjuangan telah menginstruksikan seluruh kadernya yang menjadi kepala daerah, anggota legislatif, dan struktural Partai untuk mencermati potensi tekanan ekonomi.

​”Arahan ini adalah panggilan bagi kader untuk bersikap lebih waspada, hemat, dan disiplin. Kebijakan daerah harus lebih efisien dan peka,” kata Didik.

“Program yang tidak mendesak bisa ditunda, yang seremonial dikurangi. Fokus utama adalah menjaga daya tahan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

​​Menurut Didik, Bojonegoro memiliki posisi strategis namun rentan terhadap fluktuasi global. Sebagai lumbung energi nasional sekaligus sentra pertanian, dinamika harga energi dunia berdampak langsung pada biaya produksi petani dan daya beli masyarakat.

“Kader PDI Perjuangan harus selalu hadir di tengah masyarakat, mendengar suara rakyat, merasakan kesulitan rakyat, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.

Call Center “Penyambung Lidah Rakyat”
Langkah konkret lainnya, Partai mengoptimalkan layanan call center nasional melalui jalur WhatsApp di nomor 0811-1030-3333.

Layanan ini diposisikan sebagai “penyambung lidah rakyat” untuk melaporkan kendala pelayanan publik, masalah ekonomi, hingga persoalan sosial di lapangan.

​Nilai Religi dan Keadilan Sosial
​sementara itu, Ustadz H. Agus Sholahuddin Shidiq dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa esensi Nuzulul Quran adalah penguatan amanah dan kepedulian sosial.

​”Momentum ini adalah pengingat untuk memperkuat solidaritas terhadap sesama, terutama mereka yang paling terdampak oleh situasi sulit,” ungkap Direktur Yayasan Masjid Al Birru tersebut.

Peringatan Nuzulul Quran dihadiri oleh jajaran pengurus DPC Bojonegoro, termasuk Ketua DPC Bambang Sutriyono dan Sekretaris Donny Bayu Setiawan. Juga seluruh PAC se-kabupaten.

Acara diakhiri dengan doa dan buka puasa bersama guna mempererat konsolidasi internal.(dian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Perkuat Mutu Pendidikan, Banyuwangi Kolaborasi dengan Dunia Usaha

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus memperkuat kualitas pendidikan melalui kolaborasi ...
KRONIK

Endog-Endogan, Tradisi Maulid Nabi di Desa Kembiritan Banyuwangi

BANYUWANGI – Tradisi Endog-endogan di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, kembali digelar untuk ...
PEREMPUAN

Susy Cecilia: Kesederhanaan Fatmawati Adalah Spirit Perempuan Indonesia

ADA sesuatu yang sederhana tetapi sangat besar maknanya ketika nama Fatmawati Soekarno kembali disebut. Bukan ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Kukuhkan Pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Campurdarat

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengukuhkan pengurus Ranting dan ...
KABAR CABANG

Data Desil Tak Sesuai Realita, Warga Lumajang Bisa Lapor ke Kantor DPC atau Gedung DPRD

LUMAJANG – Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang merespon adanya keluhan masyarakat terkait data Desil yang dinilai ...
LEGISLATIF

Puan: DPR Siap Terima Aspirasi Massa Peserta Demo 27 Agustus

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan DPR terbuka menerima aspirasi masyarakat yang akan disampaikan ...