Kamis
17 September 2026 | 5 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kenangan Eri Irawan tentang Awi yang Memikul Amanah dalam Diam

pdip-portal-1770854915401

SURABAYA – Di tengah riuhnya dinamika politik, ada satu pesan dari almarhum Dominikus Adi Sutarwijono yang selalu diingat Eri Irawan: menjaga sikap dalam perbedaan.

Bagi Eri, kepergian Ketua DPRD Surabaya sekaligus mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya periode 2019–2024 itu bukan hanya kehilangan figur publik, tetapi juga sosok pemimpin yang memberi teladan dalam cara berpikir dan bersikap.

“Saya mengenalnya bukan hanya sebagai Ketua DPRD atau Ketua DPC. Saya mengenalnya sebagai pimpinan sekaligus sahabat. Beliau mengajarkan bahwa politik bukan tentang jabatan, melainkan tentang pengabdian. Kepemimpinan bukan tentang perintah, melainkan tentang keteladanan,” ujar Eri, saat di Grand Heaven, Rabu (11/2/2026).

Ia menyadari, jalan hidup Adi Sutarwijono yang akrab disapa Awi itu tidak selalu mudah. Namun, almarhum menjalaninya dengan kepala tegak dan hati lapang, meski memikul amanah besar di kota metropolitan dengan kompleksitas persoalan yang tidak ringan.

“Kami mungkin tidak pernah benar-benar tahu seberapa berat beban yang beliau pikul. Tapi satu hal yang kami tahu, beliau memilih memikulnya dalam diam,” sebutnya.

Di mata Eri, dedikasi itu terlihat dari keseharian almarhum yang hampir tanpa jeda. Rumah dinas dan ruang kerja Ketua DPRD selalu terbuka bagi warga.

Pesan-pesan yang masuk hampir sepanjang waktu tetap direspons, selama tidak sedang memimpin rapat.

“Waktunya hampir tak pernah menjadi miliknya sendiri. Pagi sampai malam diisi agenda, menerima warga, menyelesaikan persoalan partai, hingga mendengar keluh kesah masyarakat kecil. Tapi saya tidak pernah melihat beliau mengeluh,” katanya.

Kabar wafatnya Adi Sutarwijono pun, menurut Eri, memunculkan banyak kenangan dari masyarakat. Seorang warga di Kecamatan Rungkut menelepon sambil menangis karena merasa terbantu hingga anaknya bisa melanjutkan sekolah.

Seorang Ketua RW di Sukolilo mengirimkan foto kenangan bersama almarhum di rumah dinas, disertai pesan singkat: “Orang baik itu telah pergi, Mas.” (Baca juga: Diana Sasa: Dari Mas Awi Saya Belajar Keberanian Bersikap)

Namun, di antara banyak kenangan itu, ada satu nasihat yang paling membekas bagi Eri.

“Dalam politik, jangan pernah memusuhi orangnya. Lawan gagasannya, bukan pribadinya,” kenangnya mengutip pesan almarhum.

Sebagai sesama mantan wartawan, Eri juga teringat kebiasaan Adi yang tetap menulis hingga akhir hayatnya. Menulis, bagi almarhum, adalah cara menjaga ketajaman berpikir di tengah kesibukan politik.

“Menulis ini bagian dari mengasah pikiran agar tetap tajam,” ujarnya menirukan perkataan Adi.

Bagi Eri, kepergian Adi Sutarwijono meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah diisi. Di balik jabatan dan sorotan publik, ia mengenang almarhum sebagai senior yang lembut hati dan mengayomi.

“Bagi banyak orang beliau tokoh publik dan pemimpin. Tapi bagi kami, beliau sosok yang membimbing dengan keteladanan. Selamat jalan, Mas Adi,” ucap Eri. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Kasus Rudapaksa Disabilitas, Hj. Ansari PDIP Desak Pemulihan Mental Total bagi Korban

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Tulungagung Soroti Tingginya Silpa dan Perjuangkan Kelayakan Gaji PPPK

TULUNGAGUNG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung menyoroti tingginya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan ...
SEMENTARA ITU...

Kediri Bidik Emas Senam Porprov 2027, Atlet Dibina Sejak Usia SD

KEDIRI — Kabupaten Kediri mulai mematangkan target prestasi cabang olahraga senam untuk menghadapi Porprov Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Dorong Perda Pesantren dan Madin Mulai Berlaku Maksimal 2027

TRENGGALEK – Peraturan daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pesantren dan Madrasah Nonformal atau Madrasah ...
EKSEKUTIF

Terbukti Pungli Retribusi Sampah, Dua PPPK Paruh Waktu DLH Surabaya Diberhentikan

SURABAYA — Pemkot Surabaya memberhentikan dua pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu ...
SEMENTARA ITU...

Tradisi Keduk Beji, Upaya Warga Tawun Melestarikan Sumber Air Jadi Wisata Budaya

NGAWI – Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, terus melestarikan tradisi Keduk Beji sebagai bentuk ...