Sabtu
06 Juni 2026 | 2 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Diana Sasa: Dari Mas Awi Saya Belajar Keberanian Bersikap

pdip-portal-1770776323486

SURABAYA — Kabar wafatnya Dominikus Adi Sutarwijono, atau Awi, menyisakan duka yang sunyi namun dalam bagi banyak orang. Bagi insan pers, kehilangan itu terasa lebih personal.

Bagi Diana AV Sasa, kepergian Awi seperti kehilangan seorang guru—sosok yang pernah menuntunnya memahami arti keberanian dan tanggung jawab dalam dunia jurnalistik.

Awi bukan sekadar pejabat publik. Latar belakangnya sebagai jurnalis membuatnya akrab dengan ruang redaksi, memahami ritme kerja wartawan, sekaligus peka terhadap kegelisahan yang kerap menyertai profesi tersebut. Kedekatan itu terus terjaga, baik saat ia menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya maupun ketika memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

“Teman-teman wartawan sangat kehilangan atas wafatnya Mas Awi. Beliau dekat dengan pers, bukan hanya karena jabatan, tetapi karena pernah menjalani jalan yang sama,” ungkap Diana, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: PDIP Jatim Sampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono

Kenangan perempuan yang juga anggota DPRD Jawa Timur itu kembali pada masa-masa ketika diskusi tak selalu berlangsung formal. Dari percakapan sederhana itulah, ia mengaku banyak belajar. Bukan hanya soal teknik jurnalistik, melainkan juga tentang keteguhan memegang prinsip.

“Dari beliau saya belajar tentang keberanian bersikap dan menyebut yang benar sebagai benar. Mas Awi itu pribadi yang ditempa banyak cobaan, tetapi tetap teguh memikul amanah,” kenang Ketua DPC PDIP Kabupaten Magetan yang pernah berkecimpung di dunia jurnalistik ini.

Bagi Diana, pesan-pesan Awi selalu sederhana namun mengakar: berpikir tajam, peka membaca momentum, dan berani bertanggung jawab atas sikap yang diambil. Nilai-nilai itu, kata dia, tidak berhenti di ruang redaksi, tetapi terus relevan dalam kehidupan berorganisasi dan berpolitik.

Adi Sutarwijono wafat pada Selasa (10/2/2026) pukul 20.36 WIB di RS MRCCC, Jakarta. Sampai meninggalnya, almarhum menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya periode 2019–2024.

Jenazah Adi akan disemayamkan di Grand Heaven Surabaya, sebelum dimakamkan pada Kamis (12/2/2026) di Taman Makam Keputih, Surabaya. Kepergiannya meninggalkan jejak yang tak mudah dilupakan—terutama bagi mereka yang pernah belajar tentang keberanian dan keteguhan darinya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Untari Dorong Penguatan Regulasi Disabilitas untuk Menjamin Hak Kelompok Rentan

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong penguatan regulasi perlindungan penyandang ...
LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Soroti Banyak Perda Belum Efektif, DPRD Jatim Dorong Evaluasi Menyeluruh

Ketua Bapemperda DPRD Jawa Timur Yordan M. Batara Goa mendorong evaluasi menyeluruh terhadap perda yang telah ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Minta Pemerintah Lebih Serius Lindungi Peternak Ayam Petelur

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan meminta pemerintah lebih serius memperhatikan nasib peternak ayam ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Soroti Ketimpangan DBHCHT, Minta Daerah Penghasil Dapat Porsi Lebih Berkeadilan

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur membawa isu strategis DBHCHT, kinerja BUMD, dan penyesuaian program ...
KABAR CABANG

Mencari Mereka yang Tercecer dari Bansos, Kerja-kerja Kerakyatan dari PAC PDIP Mumbulsari

Kisah pendampingan warga prasejahtera di Mumbulsari, Jember. Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan turun ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Ketahanan Ekologi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Anggota DPRD Jawa Timur Diana Sasa menegaskan ketahanan ekologi harus menjadi prioritas pembangunan daerah. ...