Kamis
17 September 2026 | 6 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Diana Sasa: Dari Mas Awi Saya Belajar Keberanian Bersikap

pdip-portal-1770776323486

SURABAYA — Kabar wafatnya Dominikus Adi Sutarwijono, atau Awi, menyisakan duka yang sunyi namun dalam bagi banyak orang. Bagi insan pers, kehilangan itu terasa lebih personal.

Bagi Diana AV Sasa, kepergian Awi seperti kehilangan seorang guru—sosok yang pernah menuntunnya memahami arti keberanian dan tanggung jawab dalam dunia jurnalistik.

Awi bukan sekadar pejabat publik. Latar belakangnya sebagai jurnalis membuatnya akrab dengan ruang redaksi, memahami ritme kerja wartawan, sekaligus peka terhadap kegelisahan yang kerap menyertai profesi tersebut. Kedekatan itu terus terjaga, baik saat ia menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya maupun ketika memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

“Teman-teman wartawan sangat kehilangan atas wafatnya Mas Awi. Beliau dekat dengan pers, bukan hanya karena jabatan, tetapi karena pernah menjalani jalan yang sama,” ungkap Diana, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: PDIP Jatim Sampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono

Kenangan perempuan yang juga anggota DPRD Jawa Timur itu kembali pada masa-masa ketika diskusi tak selalu berlangsung formal. Dari percakapan sederhana itulah, ia mengaku banyak belajar. Bukan hanya soal teknik jurnalistik, melainkan juga tentang keteguhan memegang prinsip.

“Dari beliau saya belajar tentang keberanian bersikap dan menyebut yang benar sebagai benar. Mas Awi itu pribadi yang ditempa banyak cobaan, tetapi tetap teguh memikul amanah,” kenang Ketua DPC PDIP Kabupaten Magetan yang pernah berkecimpung di dunia jurnalistik ini.

Bagi Diana, pesan-pesan Awi selalu sederhana namun mengakar: berpikir tajam, peka membaca momentum, dan berani bertanggung jawab atas sikap yang diambil. Nilai-nilai itu, kata dia, tidak berhenti di ruang redaksi, tetapi terus relevan dalam kehidupan berorganisasi dan berpolitik.

Adi Sutarwijono wafat pada Selasa (10/2/2026) pukul 20.36 WIB di RS MRCCC, Jakarta. Sampai meninggalnya, almarhum menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya periode 2019–2024.

Jenazah Adi akan disemayamkan di Grand Heaven Surabaya, sebelum dimakamkan pada Kamis (12/2/2026) di Taman Makam Keputih, Surabaya. Kepergiannya meninggalkan jejak yang tak mudah dilupakan—terutama bagi mereka yang pernah belajar tentang keberanian dan keteguhan darinya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Kasus Rudapaksa Disabilitas, Hj. Ansari PDIP Desak Pemulihan Mental Total bagi Korban

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Tulungagung Soroti Tingginya Silpa dan Perjuangkan Kelayakan Gaji PPPK

TULUNGAGUNG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung menyoroti tingginya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan ...
SEMENTARA ITU...

Kediri Bidik Emas Senam Porprov 2027, Atlet Dibina Sejak Usia SD

KEDIRI — Kabupaten Kediri mulai mematangkan target prestasi cabang olahraga senam untuk menghadapi Porprov Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Dorong Perda Pesantren dan Madin Mulai Berlaku Maksimal 2027

TRENGGALEK – Peraturan daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pesantren dan Madrasah Nonformal atau Madrasah ...
EKSEKUTIF

Terbukti Pungli Retribusi Sampah, Dua PPPK Paruh Waktu DLH Surabaya Diberhentikan

SURABAYA — Pemkot Surabaya memberhentikan dua pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu ...
SEMENTARA ITU...

Tradisi Keduk Beji, Upaya Warga Tawun Melestarikan Sumber Air Jadi Wisata Budaya

NGAWI – Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, terus melestarikan tradisi Keduk Beji sebagai bentuk ...