Jumat
17 April 2026 | 4 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Diana Sasa: Dari Mas Awi Saya Belajar Keberanian Bersikap

pdip-portal-1770776323486

SURABAYA — Kabar wafatnya Dominikus Adi Sutarwijono, atau Awi, menyisakan duka yang sunyi namun dalam bagi banyak orang. Bagi insan pers, kehilangan itu terasa lebih personal.

Bagi Diana AV Sasa, kepergian Awi seperti kehilangan seorang guru—sosok yang pernah menuntunnya memahami arti keberanian dan tanggung jawab dalam dunia jurnalistik.

Awi bukan sekadar pejabat publik. Latar belakangnya sebagai jurnalis membuatnya akrab dengan ruang redaksi, memahami ritme kerja wartawan, sekaligus peka terhadap kegelisahan yang kerap menyertai profesi tersebut. Kedekatan itu terus terjaga, baik saat ia menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya maupun ketika memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

“Teman-teman wartawan sangat kehilangan atas wafatnya Mas Awi. Beliau dekat dengan pers, bukan hanya karena jabatan, tetapi karena pernah menjalani jalan yang sama,” ungkap Diana, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: PDIP Jatim Sampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono

Kenangan perempuan yang juga anggota DPRD Jawa Timur itu kembali pada masa-masa ketika diskusi tak selalu berlangsung formal. Dari percakapan sederhana itulah, ia mengaku banyak belajar. Bukan hanya soal teknik jurnalistik, melainkan juga tentang keteguhan memegang prinsip.

“Dari beliau saya belajar tentang keberanian bersikap dan menyebut yang benar sebagai benar. Mas Awi itu pribadi yang ditempa banyak cobaan, tetapi tetap teguh memikul amanah,” kenang Ketua DPC PDIP Kabupaten Magetan yang pernah berkecimpung di dunia jurnalistik ini.

Bagi Diana, pesan-pesan Awi selalu sederhana namun mengakar: berpikir tajam, peka membaca momentum, dan berani bertanggung jawab atas sikap yang diambil. Nilai-nilai itu, kata dia, tidak berhenti di ruang redaksi, tetapi terus relevan dalam kehidupan berorganisasi dan berpolitik.

Adi Sutarwijono wafat pada Selasa (10/2/2026) pukul 20.36 WIB di RS MRCCC, Jakarta. Sampai meninggalnya, almarhum menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya periode 2019–2024.

Jenazah Adi akan disemayamkan di Grand Heaven Surabaya, sebelum dimakamkan pada Kamis (12/2/2026) di Taman Makam Keputih, Surabaya. Kepergiannya meninggalkan jejak yang tak mudah dilupakan—terutama bagi mereka yang pernah belajar tentang keberanian dan keteguhan darinya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Said Abdullah: Pers Harus Jadi Pilar Keempat Demokrasi dan Kontrol Kekuasaan

Saat menerima penghargaan PWI Jatim di HPN 2026, Said Abdullah menegaskan pers harus menjadi pilar keempat ...
HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...