Sabtu
18 April 2026 | 3 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kenang Perjuangan Tegakkan Demokrasi, DPC Lamongan Peringati Kudatuli

LAMONGAN – DPC PDI Perjuangan Lamongan menggelar acara refleksi dan doa bersama untuk memperingati peristiwa berdarah Kudatuli pada 27 Juli 1996. Acara yang berlangsung di kantor DPC itu diikuti oleh ratusan kader dan pengurus partai se-Kabupaten Lamongan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lamongan, Husen, menyampaikan bahwa peristiwa Kudatuli merupakan tonggak awal reformasi di Indonesia.

“Tragedi Kudatuli mengajarkan kita betapa pentingnya perjuangan untuk menegakkan demokrasi. Peristiwa ini juga menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap rezim otoriter,” ujar Mas Husen, Sabtu (27/

Selain menggelar doa bersama, peserta acara juga menyaksikan film dokumenter tentang peristiwa Kudatuli yang dibuat oleh Badan Kebudayaan DPP PDI Perjuangan.

Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi.

“Kami berharap peristiwa Kudatuli tidak hanya menjadi kenangan pahit, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda. Kita harus terus memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan keadilan,” ucapnya.

Baca juga: Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996, Sejarah, Tokoh, dan Kronologinya

Mas Husen menyampaikan, refleksi peristiwa Kudatuli ini bukan untuk membuka luka lama, tapi lebih pada mengenang agar mengerti bahwa proses panjang perjalanan partai agar tetap menjadi partai yang peduli dan berpihak kepada wong cilik.

“Tragedi kudatuli merupakan tonggak awal reformasi 1998. Yakni ditandai adanya perlawanan rakyat terhadap pemerintah yang otoriter. Mungkin kalau tidak ada Kudatuli tidak muncul reformasi,” tuturnya.

DPP PDI Perjuangan tetap berkomitmen mengawal jalan proses penyelidikan secara tuntas atas tragedi Kudatuli melalui Komnas HAM dan menghukum para pelaku kejahatan kemanusiaan.

“Agar di masa mendatang menjadi pembelajaran dan tidak terulang kembali peristiwa Kudatuli,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mas Husen mengatakan, dalam peristiwa ini Ibu Megawati merupakan simbol perlawanan rakyat yang menginginkan demokrasi sebagai pilar negeri ini.

“Jangan sampai demokrasi dimatikan oleh penguasa. Salah satu pilar demoktasi adalah adanya partai, partai merupakan intrumen demokrasi untuk mewujudkan cita cita kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.(mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tempatkan ASN di Setiap RW, Perkuat Program Kampung Pancasila

Eri Cahyadi menempatkan ASN sebagai pendamping di setiap RW untuk memperkuat Program Kampung Pancasila 2026 dan ...
KRONIK

Fraksi PDIP DPRD Sumenep Ngonthel ke Kantor, Hosnan: Dukung Penghematan BBM

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep mengimbau seluruh anggotanya untuk menggunakan sepeda ontel saat ...
EKSEKUTIF

Hadapi Ancaman Kemarau Ekstrem, Bupati Yani Minta PMI Gresik Perkuat Kesiapsiagaan dan Libatkan Generasi Muda

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memperkuat ...
BERITA TERKINI

Said Abdullah: Pers Harus Jadi Pilar Keempat Demokrasi dan Kontrol Kekuasaan

Saat menerima penghargaan PWI Jatim di HPN 2026, Said Abdullah menegaskan pers harus menjadi pilar keempat ...
HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...