Kamis
27 Agustus 2026 | 11 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kembangkan Bisnis Kopi dan Cokelat, Pemkab Banyuwangi Siapkan SMK Khusus

pdip-jatim-anas-seduh-kopi

BANYUWANGI – Masyarakat Banyuwangi segera bisa menikmati fasilitas pendidikan vokasional bidang khusus kopi dan cokelat. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan izinnya segera dikeluarkan dalam bentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Alhamdulillah, Ibu Gubernur sudah memastikan mendukung pengembangan SMK khusus kopi dan cokelat di Banyuwangi. Ini semakin menyemangati Banyuwangi agar anak-anak SMK bisa mengoptimalkan potensi kopi dan kakao yang melimpah menjadi bisnis yang menjanjikan,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, kemarin.

Saat ini, Pemkab Banyuwangi sudah menggandeng BUMN PT Perkebunan Nusantara XII dan sejumlah bank BUMN untuk melatih santri dan pelajar SMK dalam program pengembangan kopi dan cokelat.

Menurut Anas, kopi dan kakao sebagai bahan baku cokelat dari Banyuwangi telah banyak diekspor. Tapi pihaknya berharap pengembangan ke depan kian inklusif, melibatkan anak-anak muda, tidak harus terikat ke perusahaan besar.

“Maka kita siapkan SDM-nya melalui SMK. Dan Bu Khofifah sangat responsif, jadi sudah nyambung, tinggal kita percepat eksekusinya,” ujarnya.

Anas yakin, dengan SMK kopi dan cokelat, bakal lahir banyak pengusaha muda di bidang tersebut.

“Pasarnya sangat luas. Konsumsi kopi dan cokelat warga Indonesia sangat rendah, jadi pasarnya sangat terbuka. Belum lagi pasar ekspor. Insya Allah ini dua tahun ke depan dari SMK itu sudah bisa ikut mengangkat kesejahteraan masyarakat,” harap dia.

Pengelolaan lembaga pendidikan setingkat SMA dan SMK memang berada di bawah Pemprov Jatim. Saat berada di Banyuwangi, Kamis (25/4/2019) lalu, Khofifah memang menyatakan langsung memproses perizinan pengembangan SMK kopi dan cokelat di Banyuwangi.

Dia menyatakan, lembaga pendidikan ini akan menambah pilihan pendidikan kejuruan bagi anak-anak yang ingin spesifik mengembangkan keterampilan di bidang kopi dan cokelat.

Khofifah juga menegaskan bahwa sekolah program vokasi di Banyuwangi itu akan dibangun dalam bentuk BLUD. Mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri, BLUD dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang atau jasa tanpa mengutamakan mencari keuntungan. Dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Serap Aspirasi di Kradenan, Evi Dwitasari: Pokir DPRD Harus Berorientasi Kepentingan Umum

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Evi Dwitasari, menyerap aspirasi masyarakat ...
KRONIK

Perusakan ODCB Gumuk Lumpang Dilaporkan ke Polisi, DPRD Soroti Sikap Dinas

JEMBER – Pegiat budaya, Setio Hadi, melaporkan dugaan perusakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Gumuk Lumpang di ...
LEGISLATIF

Bertemu Warga Ngawi, Novita Hardini Dapat Curhatan Nasib UMKM

NGAWI – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini bertemu dengan para pelaku UMKM dan digital ...
SEMENTARA ITU...

Peringati 99 Tahun Harlah, Warga Pencak Organisasi Lumajang Gelar Tabur Bunga di TMP

LUMAJANG – Memperingati lahirnya Pencak Organisasi (PO) yang ke-99 tahun, warga PO Kabupaten Lumajang menggelar ...
LEGISLATIF

Puan Tegaskan DPR Terbuka Terima Aspirasi Rakyat, Tapi Harus Ikuti Mekanisme

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR terbuka terhadap aspirasi masyarakat, termasuk menerima ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Malang Percepat Konsolidasi Organisasi dan Pasang Target 12 Kursi di 2029

MALANG – DPC PDI Perjuangan Kota Malang mempercepat konsolidasi organisasi dengan menuntaskan struktur kepengurusan ...