Kamis
11 Juni 2026 | 6 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kekuatan Fiskal Terbatas, Pemkab Trenggalek Kurangi Nilai Utang ke PT SMI Jadi Rp 70 M

pdip jatim 251112 wahyudi anto nggalek

TRENGGALEK – Rencana pengajuan pinjaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menghadapi sejumlah kendala.

Setelah gagal dicairkan pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) tahun 2025, kini nilai pinjaman tersebut juga harus dikoreksi menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.

Jika sebelumnya Pemkab Trenggalek berencana mengajukan pinjaman senilai Rp 106 miliar, kini jumlah tersebut dikurangi menjadi maksimal Rp 70 miliar.

Ketua Komisi III DPRD Trenggalek, Wahyudi Anto, menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi faktor utama turunnya nilai pengajuan pinjaman. Dari total Rp 106 miliar rencana awal, semula Rp 56 miliar direncanakan cair pada P-APBD 2025 dan Rp 50 miliar pada APBD 2026. Namun karena pengajuan tersebut gagal dieksekusi pada P-APBD 2025, seluruhnya kini digabungkan dalam tahun anggaran 2026.

“Dengan permasalahan yang kita miliki, kekuatan anggaran kita tidak mencukupi untuk meminjam hingga Rp 100 miliar sekaligus. Akhirnya hanya bisa meminjam sekitar Rp 70 miliar,” ungkap Wahyudi, Kamis (13/11/2025).

Menurutnya, nilai Rp 70 miliar tersebut merupakan hasil perhitungan bersama PT SMI yang menyesuaikan kekuatan fiskal Kabupaten Trenggalek, terutama dari sisi pendapatan asli daerah (PAD) yang masih tergolong rendah. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan kendala dalam proses pelunasan di kemudian hari.

“Dari kita sendiri juga menyadari bagaimana kekuatan fiskal kita masih sangat rendah,” lanjut anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD dari Dapil Dongko–Munjungan itu.

Apabila pinjaman tersebut disetujui, porsi terbesar akan dialokasikan untuk sektor infrastruktur, yakni lebih dari 50 persen dari total nilai pinjaman.

“Untuk mitra kerja kami di Komisi III, Dinas PUPR mendapatkan alokasi sekitar Rp 40 miliar, kemudian Dinas Perkimhub sekitar Rp 4 miliar, sementara sisanya tersebar di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya,” jelasnya.

Wahyudi menambahkan, rencana pinjaman tersebut segera dibahas dan disahkan dalam Rapat Paripurna DPRD Trenggalek dalam waktu dekat. Dengan begitu, eksekusi program yang dibiayai dari pinjaman PT SMI diharapkan bisa segera dimulai pada awal tahun anggaran 2026. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Stadion GDJ Kediri Dikebut, Mas Dhito Bidik Bisa Digunakan pada 2027

Pemerintah Kabupaten Kediri mengalokasikan Rp57 miliar untuk melanjutkan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati ...
SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...