Jumat
09 Oktober 2026 | 3 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kebakaran Berulang di Magetan, Diana Sasa Minta Polisi Telusuri Dugaan Kesengajaan

Screenshot_20261003_185813_Chrome

MAGETAN – Kebakaran hutan dan lahan yang berulang di Kabupaten Magetan mendapat sorotan DPC PDI Perjuangan Magetan. Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan Diana Sasa meminta Polres Magetan ikut menelusuri penyebab kebakaran, terutama pada kejadian yang terindikasi berasal dari aktivitas manusia.

Desakan tersebut disampaikan menyusul keterangan BPBD Magetan yang sebelumnya menyebut aktivitas manusia sebagai salah satu pemicu kebakaran lahan, mulai pembakaran sampah yang merambat, puntung rokok, hingga adanya dugaan unsur kesengajaan pembakaran.

“Kalau sudah ada dugaan kesengajaan yang disampaikan BPBD, menurut saya aparat keamanan perlu masuk dan menelusuri. Bukan untuk buru-buru mencari tersangka, tetapi untuk memastikan sebenarnya apa penyebab kebakaran yang terus berulang ini,” kata Diana, Sabtu (3/10/2026).

Diana mengatakan kerja petugas dan relawan dalam memadamkan kebakaran tetap harus diapresiasi. Namun, menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh berhenti ketika api berhasil dipadamkan.

“Jangan sampai polanya terus berulang: ada api, petugas datang, api padam, lalu selesai. Kita harus mulai masuk satu tahap lebih jauh. Dari mana api berasal? Apa penyebabnya? Kalau ada unsur kesengajaan atau kelalaian, siapa yang bertanggung jawab? Itu yang perlu ditelusuri aparat,” ujarnya.

Berdasarkan publikasi resmi Pemkab Magetan pada 5 Agustus 2026, Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo menyebut terdapat 45 kejadian kebakaran lahan sepanjang Mei hingga Juli 2026.

BPBD menyebut lonjakan tersebut sebagian besar dipicu aktivitas manusia, mulai kebiasaan membakar sampah yang kemudian merambat ke lahan, membuang puntung rokok sembarangan, hingga dugaan unsur kesengajaan pembakaran.

Kebakaran kemudian terus terjadi pada bulan-bulan berikutnya, termasuk di kawasan Gunung Bancak dan lereng Gunung Lawu.

Menurut Diana, banyaknya kejadian menjadi alasan yang cukup untuk melakukan penelusuran lebih sistematis terhadap asal dan penyebab api.

Terlebih, Polres Magetan sebelumnya juga telah mengingatkan masyarakat bahwa kesengajaan maupun kelalaian yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan dapat memiliki konsekuensi hukum.

“Kalau indikasi pidananya ada, tentu kepolisian yang mempunyai kewenangan untuk menyelidiki dan membuktikan. Kami mendorong Polres Magetan menelusuri kejadian-kejadian yang memang memiliki indikasi tersebut dan menyampaikan perkembangannya kepada masyarakat sejauh dimungkinkan oleh proses hukum,” kata Diana.

Berita terkait: Cegah Kebakaran, Diana Sasa Dorong Pemkab Buat Satu Data Terpadu

Meski mendorong kepolisian bertindak, Diana menegaskan permintaan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai kesimpulan bahwa seluruh kebakaran di Magetan terjadi karena kesengajaan.

“Tidak. Jangan dibalik. Kita tidak mengatakan semua kebakaran sengaja dibakar dan kita juga tidak menunjuk siapa pun. Justru karena belum tahu, maka harus diperiksa. Bisa faktor alam, bisa kelalaian, bisa aktivitas manusia lainnya. Semua harus berdasarkan bukti,” tegasnya.

Diana juga meminta BPBD, Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan, Damkar serta pemerintah desa memberikan data dan hasil asesmen lapangan yang dibutuhkan aparat untuk menelusuri setiap kejadian.

Menurutnya, koordinasi tersebut semestinya dapat dilakukan karena Pemkab Magetan sebelumnya telah membangun koordinasi lintas sektor penanganan karhutla yang juga melibatkan kepolisian, TNI, Perhutani dan instansi terkait.

Selain penelusuran, Diana meminta perkembangan penanganan karhutla disampaikan kepada masyarakat secara berkala melalui konferensi pers bersama maupun kanal media sosial resmi masing-masing instansi.

“Tidak perlu membuka materi penyelidikan yang memang belum boleh dibuka. Tetapi masyarakat perlu tahu: kejadian mana yang penyebabnya sudah diketahui, mana yang belum diketahui, dan mana yang sedang ditelusuri aparat.”

Menurut Diana, pengungkapan penyebab juga penting untuk menentukan pola pencegahan berikutnya.

“Kalau setiap kali hanya apinya yang kita padamkan tetapi penyebabnya tidak pernah kita cari, tahun depan kita bisa menghadapi persoalan yang sama lagi. Padamkan apinya, tetapi ungkap juga penyebabnya,” pungkas Diana.(rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Banyuwangi Tuntaskan Musran dan Musanran, 217 Ranting serta 840 Anak Ranting Terbentuk

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah ...
LEGISLATIF

Puan di Forum IPU: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Haruslah Adil

Puan Maharani menegaskan di Sidang Umum IPU ke-153 bahwa tata kelola pemerintahan yang baik haruslah adil, ...
LEGISLATIF

Desak PSU Perumahan Vaganza Segera Diserahkan ke Pemkab Malang, DPRD Siap Kawal

MALANG – Komisi III DPRD Kabupaten Malang mendesak Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Vaganza segera ...
SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...
LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...